BREAKING NEWS
 

Banjir Sumatera

Jalan Dan Sekolah Dibersihkan, Kemenhut Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : FAQIH MUBAROK
Selasa, 23 Desember 2025 16:57 WIB
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terus mempercepat pembersihan tumpukan kayu limbah bencana banjir serta material lumpur di sejumlah wilayah terdampak di Sumatera. Foto: Kemenhut

RM.id  Rakyat Merdeka - ementerian Kehutanan (Kemenhut) terus mempercepat pembersihan tumpukan kayu limbah bencana banjir serta material lumpur di sejumlah wilayah terdampak di Sumatera. Upaya ini dilakukan secara terpadu bersama TNI, Polri, BNPB, Kementerian PUPR, mitra, serta masyarakat setempat.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) Subhan, mengatakan percepatan pembersihan menjadi prioritas utama untuk memulihkan akses dan aktivitas masyarakat, terutama di fasilitas umum dan permukiman warga.

“Kami mengerahkan personel dan peralatan secara maksimal agar pembersihan tumpukan kayu limbah bencana segera diselesaikan. Fokus kami membuka kembali akses, membersihkan fasilitas pendidikan dan rumah warga, serta memastikan lingkungan kembali aman,” ujar Subhan, dalam keterangannya, Selasa (23/12/2025).

Baca juga : Akses Jalan hingga Sekolah Dibersihkan, Kemenhut Percepat Pemulihan Pascabencana

Dirincikannya, di Kabupaten Aceh Tamiang, pembersihan tumpukan kayu di lingkungan Pesantren Darul Mukhlisin melibatkan ratusan personel gabungan dari UPT Kemenhut, TNI, Polri, BNPB, Kementerian PUPR, serta mitra.

Hingga 22 Desember 2025, progres pembersihan telah mencapai sekitar 30 persen. Kegiatan bahkan dilanjutkan hingga malam hari guna mempercepat penanganan.

Adsense

Selain itu, pembersihan ruang Asrama Putra lantai 1 telah mencapai sekitar 50 persen, sementara tim lainnya melanjutkan pembersihan di Asrama Putri.

Baca juga : Cegah Kematian Gajah Sumatera Akibat EEHV, Kemenhut Gandeng Vantara dari India

Pemindahan kayu mulai Selasa (23/12/2025) dengan mekanisme penarikan dan pengangkutan ke lokasi penumpukan sementara yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Sementara di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, tim gabungan Kemenhut, TNI, dan masyarakat memfokuskan kegiatan pada pembukaan akses jalan menuju permukiman warga.

Hingga kini, akses jalan sepanjang satu kilometer telah berhasil dibuka. Pembersihan juga dilakukan di SD Negeri 12 Langkahan guna mendukung pemulihan kegiatan belajar mengajar.

Baca juga : Pemprov Sumbar Apresiasi Dukungan Anggaran Pusat Buat Pemulihan Pascabencana

Di Provinsi Sumatera Utara, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, Novita Kusuma Wardani, menyampaikan bahwa pembersihan dilakukan di Desa Aek Ngadol, Garoga, dan Huta Godang.

Tim Kemenhut bersama TNI membersihkan tumpukan kayu dan lumpur di rumah warga, bahu jalan lintas desa, serta fasilitas umum. Untuk mencegah dampak lanjutan, tim juga membuat parit penampungan lumpur cair agar air hujan tidak kembali masuk ke rumah warga yang telah dibersihkan.

“Pembersihan akan terus dilanjutkan secara bertahap sesuai rencana kerja harian di lapangan. Kami memastikan sinergi lintas sektor tetap berjalan. Kemenhut berkomitmen hadir sampai kondisi lingkungan dan aktivitas masyarakat benar-benar pulih,” kata Novita.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense