RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Sosial (Kemensos) mempercepat penyaluran Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) 2025 guna memastikan bantuan tepat sasaran dan transparan. Sebanyak 17 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dijadwalkan menerima bantuan secara tunai melalui PT Pos Indonesia.
Secara nasional, pemerintah menargetkan 35 juta penerima BLT Kesra. Dari jumlah tersebut, 18 juta KPM disalurkan melalui bank-bank Himbara, sementara 17 juta KPM lainnya melalui PT Pos Indonesia. Khusus pencairan tahap akhir pada Desember 2025, KPM yang memenuhi kriteria akan menerima dana rapel sebesar Rp 900.000.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan, BLT Kesra 2025 menyasar keluarga dalam kategori desil 1 hingga 4 berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Desil 1 dan 2 mencakup keluarga sangat miskin dan miskin yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. Sementara desil 3 dan 4 adalah kelompok hampir miskin dan rentan miskin yang kondisi ekonominya tidak menentu.
Baca juga : Salurkan BLTS Kesra Di Padang, PosIND Antar Hingga Pintu Rumah
Selain itu, bantuan juga diprioritaskan bagi kategori khusus seperti lanjut usia tanpa pekerjaan, penyandang disabilitas, korban pemutusan hubungan kerja (PHK), serta keluarga dengan anggota yang menderita penyakit kronis.
Untuk menghindari kesimpangsiuran informasi, Kemensos mengimbau masyarakat melakukan pengecekan status penerima secara mandiri. Pengecekan dapat dilakukan melalui laman resmi cekbansos.kemensos.go.id dengan mengisi data wilayah dan nama sesuai KTP. Sistem akan menampilkan status penerima, jenis bantuan, serta periode penyaluran.
Alternatif lain, masyarakat dapat menggunakan aplikasi resmi Cek Bansos yang tersedia di Play Store maupun App Store. Melalui aplikasi tersebut, pengguna diminta melakukan registrasi dengan mengunggah foto e-KTP serta verifikasi wajah untuk melihat profil bantuan secara otomatis.
Baca juga : Pos Indonesia Salurkan BLTS Kesra Ke 407 Ribu KPM Di Lampung
Bagi KPM yang penyalurannya melalui PT Pos Indonesia, pencairan dilakukan secara tunai dan tanpa potongan biaya. Penerima akan memperoleh undangan resmi melalui RT/RW atau aparat kelurahan setempat. Saat pencairan, KPM wajib membawa e-KTP asli dan Kartu Keluarga (KK) yang masih berlaku.
“Penyaluran melalui PT Pos ini untuk menjangkau masyarakat yang tidak memiliki akses perbankan atau berada di wilayah tertentu. Kami juga bekerja sama dengan Komdigi untuk menyiapkan sistem digital agar verifikasi di lapangan lebih cepat dan akurat,” ujar Gus Ipul.
Kemensos juga mengingatkan masyarakat untuk memastikan keakuratan data kependudukan, khususnya Nomor Induk Kependudukan (NIK). Perubahan kondisi ekonomi atau jumlah anggota keluarga diminta segera dilaporkan kepada aparat desa atau kelurahan agar data DTKS tetap mutakhir.
Baca juga : Indeks Kerukunan Umat Beragama 2025 Capai 77,89, Tertinggi dalam 11 Tahun
Mengingat batas akhir pencairan BLT Kesra 2025 jatuh pada 31 Desember 2025, masyarakat diimbau segera memastikan status penerima dan mengambil bantuan tepat waktu agar dana tidak dikembalikan ke kas negara.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.