RM.id Rakyat Merdeka - IPB University menetapkan tahun 2026 sebagai momentum akselerasi dampak dan penguatan keterlibatan global.
Setelah menjadikan 2025 sebagai tahun konsolidasi transformasi, IPB menegaskan langkah lebih cepat untuk memperluas dampak Tridarma, memperkuat hilirisasi riset, dan menempatkan diri sebagai innopreneurial university yang relevan di tingkat nasional dan global.
Rektor IPB University Alim Setiawan Slamet menyatakan, fondasi transformasi telah dibangun melalui implementasi Rencana Strategis (Renstra) 2024–2028 yang memastikan perubahan tidak berhenti pada visi, tetapi terwujud dalam tata kelola, pendidikan, riset, inovasi, dan pengabdian masyarakat.
“Tahun 2026 adalah fase akselerasi—mengubah capaian menjadi daya dorong perubahan yang lebih cepat, relevan, dan berdampak nyata,” ujarnya dalam laterangan persnya, Sabtu (3/12/2025).
Baca juga : Jelang Tutup Tahun, Industri Asuransi Jiwa Alami Pertumbuhan dan Penguatan
Sepanjang 2025, IPB mencatat kinerja unggul di tingkat global dan nasional. IPB berada di peringkat ke-49 dunia dan nomor satu ASEAN untuk bidang Agriculture & Forestry versi QS WUR by Subject, serta peringkat ke-42 global dan nomor satu nasional dalam THE Interdisciplinary Science Ranking.
Selain itu, IPB meraih 16 penghargaan Anugerah Diktisaintek 2025, termasuk Institusi dengan Total SINTA Skor Terbaik. Menurut Alim, capaian tersebut bukan tujuan akhir. Transformasi bermakna, kata dia, membutuhkan proses dialogis dan kolaboratif dengan seluruh pemangku kepentingan sebagai co-creator perubahan.
“Kebersamaan menjadi kunci agar lompatan yang kita lakukan berkelanjutan,” katanya.
Di bidang riset, IPB memfokuskan penguatan pada pangan, kesehatan, rekayasa keteknikan, serta keilmuan strategis lainnya.
Baca juga : BPJPH Raih Brand Populer 2025, Transformasi Layanan Halal Diapresiasi Publik
Kerangka Agromaritim 5.0—yang mengintegrasikan omics, kecerdasan buatan (AI), keberlanjutan, dan ilmu sosial—menjadi panduan pengembangan riset dan inovasi, didukung infrastruktur Advanced Research Laboratory, Agribusiness Technology Park, Science Techno Park, dan Living Lab untuk mempercepat hilirisasi.
Dampak Tridarma IPB yang telah menjangkau 8.350 desa atau sekitar 9,9 persen desa nasional akan diperluas pada 2026. IPB menargetkan penguatan program One Village One CEO (OVOC), Data Desa Presisi, Dosen Pulang Kampung, Layanan IPB Digitani, serta berbagai program IPB Mengabdi, dengan menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi.
Pengalaman penanganan bencana di Sumatera pada 2025 juga mempertegas komitmen IPB untuk hadir di tengah masyarakat. Pada 2026, IPB akan mengawal pemulihan jangka menengah dan panjang melalui pendampingan penghidupan, perbaikan nutrisi, reaktivasi budidaya pertanian, serta penguatan ekonomi lokal.
Afirmasi penerimaan mahasiswa dari daerah terdampak bencana akan dilanjutkan sebagai wujud inklusivitas. Akses pendidikan turut diperluas melalui beasiswa, rekognisi pembelajaran lampau, micro-credential, jalur talenta, pendidikan global, pengembangan PSDKU, serta peningkatan kesejahteraan mahasiswa.
Baca juga : Astra Half Marathon 2025 Ajak Ribuan Pelari Gaya Hidup Sehat Dan Berkelanjutan
Dukungan sosial diperkuat lewat layanan konseling, food bank, Warung Kita, hingga penyediaan buah dan susu gratis untuk menopang ketahanan akademik mahasiswa. Pada level internasional, IPB mengarahkan fokus 2026 pada penguatan Global South Engagement yang setara dan relevan.
Kolaborasi internasional ditargetkan tidak sekadar jejaring akademik, melainkan wahana pertukaran solusi berkelanjutan bagi negara-negara dengan tantangan serupa. Penerapan AI juga dipacu untuk mendukung pembelajaran adaptif, riset prediktif, efisiensi layanan, dan pengambilan keputusan berbasis data.
IPB menegaskan komitmen terhadap pencapaian SDGs dengan memastikan riset dan inovasi selaras agenda pembangunan nasional dan global. Peningkatan kualitas laboratorium dasar pendidikan dan riset, penambahan anggaran riset, serta perluasan hilirisasi menjadi prioritas, ditopang peningkatan kesejahteraan warga IPB.
Menutup proyeksinya, Alim mengajak seluruh sivitas akademika menyongsong 2026 dengan optimisme, keberanian, dan kecepatan eksekusi. “Ilmu pengetahuan harus melampaui pengetahuan itu sendiri, menjadi kekuatan yang mengubah kehidupan,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.