RM.id Rakyat Merdeka - Wartawan Rakyat Merdeka, Muhammad Ade Al Kautsar, kembali mengunjungi Aceh Tamiang untuk melihat langsung perkembangan perbaikan wilayah tersebut pasca dilanda banjir bandang. Berikut laporannya:
Siti Aminah, guru SD Negeri Tugu Upah, Aceh Tamiang, tersenyum haru melihat lumpur tebal yang lebih dari sebulan menumpuk di ruang kelas dan halaman sekolah akhirnya berhasil disingkirkan, Selasa sore (6/1/2026).
Ia tidak menyangka sekolahnya bisa kembali bersih hanya dalam satu hari. Apalagi, upaya pembersihan dilakukan secara manual tanpa alat berat. Cara ini sama seperti yang sebelumnya di lakukan Aminah bersama dewan guru sejak tiga pekan lalu, tapi saat itu belum membuahkan hasil signifikan.
Aminah bersama guru lainnya mulai melakukan pembersihan sekolah sejak 14 Desember lalu. Namun, kondisinya sangat kacau: lumpur tebal menutupi area sekolah, seluruh mobiler, buku, dan perangkat elektronik terendam, kotor, serta rusak.
Baca juga : Golkar Sumatera Utara Gonjang-Ganjing Lagi
“Kami sempat bingung, tidak tahu harus mulai dari mana,” kata Aminah.
Dengan jumlah tenaga yang terbatas, para guru, lanjut Aminah, tidak bisa datang ke sekolah setiap hari. Pasalnya, setiap selesai seharian membersihkan sekolah, kondisi kesehatan mereka kerap menurun.
“Selang-selang, karena badan kami juga belum fit semua setelah banjir. Semua juga harus membersihkan rumah masing-masing. Tiga hari sekali kami kembali ke sekolah untuk membersihkan lumpur yang masih cukup tinggi,” lanjutnya.
Selain dibersihkan oleh para guru, sekolah ini juga beberapa kali didatangi relawan, termasuk dari TNI/Polri. Beberapa ruang kelas memang sempat dibersihkan, tapi belum bisa digunakan karena halaman dan akses menuju kelas masih berlumpur tebal. Selain itu, mobiler dan buku yang kotor masih menumpuk di beberapa sisi sekolah.
Baca juga : Tanggapi Guyonan Prabowo, PKB Setia Dan Tegak Lurus
Sebelum pukul 08.00 WIB, lebih dari 50 relawan yang dikerahkan BRI Peduli telah tiba di lokasi, lengkap dengan peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, hingga pompa air.
Di lokasi, sekitar 20 personel TNI juga sudah bersiaga. Mereka telah berada di sekolah sejak sehari sebelumnya untuk melakukan pembersihan. Kedua tim kemudian berkolaborasi dan dibagi ke dalam beberapa kelompok tugas.
Ada tim yang bertugas mengeruk lumpur di halaman sekolah dan memasukkannya ke dalam karung. Ada pula tim yang membuat bedengan atau benteng dari karung berisi lumpur agar material yang telah dipindahkan tidak kembali masuk ke ruang kelas. Selain itu, terdapat tim pembersih ruang kelas dan tim penggali parit.
Seluruh tim bekerja secara taktis dan terukur. Waktu istirahat hanya berlangsung sekitar dua jam saat waktu shalat zuhur. Hasilnya, lumpur berhasil disingkirkan, seluruh mobiler dipindahkan, parit dibersihkan, benteng lumpur dari karung selesai dibuat, serta seluruh ruang kelas, perpustakaan, ruang guru, hingga ruang kepala sekolah kembali bersih sebelum pukul 18.00 WIB.
Baca juga : KPK Masih Tunggu BPK Hitung Kerugian Negara
Melihat kondisi sekolah yang kembali kinclong, guru SD Negeri Tugu Upah, Zainuddin mengatakan, kegiatan belajar mengajar sudah bisa kembali dilakukan di sekolah, tidak lagi di tenda seperti dua hari sebelumnya.
“Tentunya ini sangat membantu kami dalam pembersihan pascabanjir. Kami sangat berterima kasih,” ujarnya.
Sementara itu, Team Leader Strategic Program and Communication CSR BRI Peduli, Agusman Muhammad Latif, yang turut hadir di lokasi, mengatakan bantuan yang diberikan tidak akan berhenti pada kegiatan ini saja, tetapi akan berlanjut dengan renovasi sekolah.
“Kami juga akan membantu renovasi sekolah melalui program BRI Peduli Ini Sekolahku. Harapannya, adik-adik bisa kembali belajar dengan nyaman,” pungkasnya. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.