Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Tawuran kembali marak di Jakarta. Kondisi ini memprihatinkan karena peristiwa tersebut terus berulang. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta disarankan mengambil tindakan tegas setelah sebelumnya sudah berkali-kali membantu mendamaikan pihak-pihak terlibat konflik di sejumlah lokasi.
Pada awal 2026, tawuran pecah di sejumlah wilayah di Ibu Kota. Bahkan, di underpass Manggarai, Jakarta Selatan (Jaksel), tawuran terjadi dua hari berturut-turut.
Insiden tawuran itu menjadi sorotan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Justin Adrian yang selama menaruh perhatian terhadap masalah-masalah sosial masyarakat.
Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta ini menyebut, tawuran di underpass Manggarai, Klender dan Ciracas, Jakarta Timur (Jaktim) merupakan hasil dari ketidakpedulian keluarga dalam mendidik anak-anak atau anggota keluarganya, agar tidak turut serta dalam kegiatan-kegiatan yang negatif.
Baca juga : Lolos Ke Perempat Final Piala Afrika, Pantai Gading Tantang Mesir
“Tawuran ini adalah perilaku yang menular. Karena itu, setiap keluarga harus berperan aktif untuk memastikan anggota-anggotanya tidak menjadi pelaku tawuran,” kata Justin, Sabtu (3/1/2026).
Justin menyebut, masih banyak keluarga yang bersikap abai dengan perilaku anggota keluarganya, termasuk terlihat dalam tawuran. “Karena tidak ada konsekuensi terhadap para pelaku tawuran,” ujarnya.
Dia menyebut, sudah berulang kali para pelaku tawuran diamankan, namun setelah itu dikembalikan kepada orangtuanya dengan seremoni berpelukan dan berurai air mata belaka.
Karena itu, dia mengusulkan agar Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Sosial (Dinsos) mengevaluasi atau mencabut bantuan-bantuan sosial (Bansos) kepada keluarga yang anggotanya menjadi pelaku tawuran.
Baca juga : ASB Classic 2026, Janice Tjen Melaju Ke Semifinal
“Pemprov DKI perlu menunjukkan ketegasan. Masalah ini sudah terjadi berulang kali dan semakin larut tanpa adanya serangkaian solusi konkret yang bisa menyelesaikannya secara tuntas,” tegas Justin.
Tawuran di underpass Manggarai, pecah pada Kamis (1/1/2026), pukul 18.10 WIB. Ke dua kelompok terlibat saling serang menggunakan petasan hingga batu. Dua kelompok yang terlibat tawuran, yakni warga Gang Tuyul, RW 04, dengan warga Gang Magasen, RW 12.
Pada Jumat (2/1/2026), sekitar pukul 15.00 WIB, bentrokan antar warga kembali terjadi di lokasi tersebut. Untuk membubarkan bentrokan tersebut, pihak Kepolisian menggunakan gas air mata.
Kasi Humas Polres Jaksel AKBP Murodih mengatakan, tujuan penggunaan gas air mata selain untuk membubarkan aksi tawuran, demi membuat situasi kondusif, sehingga tidak mengganggu pengguna jalan. “Biar cepat bubar dan tidak mengganggu masyarakat pengguna jalan,” katanya.
Baca juga : Presiden Gelar Taklimat di Hambalang: Pemerintah Tak Gentar Hadapi Serangan Fitnah
Sekitar pukul 16.10 WIB, tawuran berhenti dan para warga sudah membubarkan diri. Namun untuk memastikan, polisi melakukan patroli jalan kaki dari gang ke gang wilayah RW 04 dan RW 012, Manggarai. “Untuk saat ini tidak ada korban luka-luka ataupun korban jiwa,” ucapnya.
Sejumlah upaya pencegahan sudah dilakukan Pemprov DKI dan Kepolisian untuk menghentikan tawuran di underpass Manggarai. Seperti pendirian posko pantau Manggarai hingga kegiatan Manggarai Bersolawat.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, penyelenggaraan acara ini menunjukkan kehadiran Pemerintah dalam mengatasi masalah tawuran. Dia ingin anak muda Manggarai dikenal sebagai pemuda yang bisa memberikan dampak positif bagi lingkungan.
“Saya berharap, mudah-mudahan Manggarai akan dikenal sebagai tempat yang menyenangkan,” kata Pram saat menghadiri Manggarai Bersolawat pada Jumat (23/5/2025). [DRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya