RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pembangunan nasional tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi harus disertai pemerataan kesejahteraan agar manfaatnya benar-benar dirasakan seluruh rakyat Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat meresmikan 166 Sekolah Rakyat berasrama gratis yang tersebar di 34 provinsi dan dipusatkan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1).
Prabowo mengkritik pandangan neoliberalisme yang meyakini bahwa kesejahteraan rakyat kecil akan tercapai dengan sendirinya melalui pertumbuhan ekonomi, atau dikenal dengan teori trickle-down effect.
“Ini teori, tapi kenyataannya menetesnya kapan sampai ke bawah? Jangan-jangan menetesnya 300 tahun, kita sudah mati semua,” kata Prabowo.
Baca juga : Pemprov DKI Gaspol Pembangunan Proyek MRT Ke Kota Tua
Menurut Presiden, pendekatan tersebut tidak sesuai dengan realitas Indonesia yang merdeka melalui perjuangan panjang dan mewarisi ketimpangan sosial yang mendalam. Saat kemerdekaan diproklamasikan, sebagian besar rakyat Indonesia hidup dalam kondisi serba kekurangan.
“Pertumbuhan harus disertai pemerataan. Tujuan kita merdeka adalah membawa kesejahteraan, kehidupan yang lebih baik untuk seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.
Prabowo mengingatkan bahwa para pendiri bangsa telah merumuskan arah pembangunan nasional secara jelas dalam Undang-Undang Dasar 1945, yakni memajukan kesejahteraan umum dan melindungi segenap bangsa Indonesia.
“Melindungi dari mana? Dari ancaman kelaparan, dari kemiskinan, dari penderitaan, dari penyakit. Itulah tujuan kita merdeka,” tegasnya.
Baca juga : Pramono: Pembangunan Jembatan Penghubung JIS–Ancol Dimulai 25 Januari 2026
Ia menekankan bahwa tujuan bernegara bukan untuk memperkaya segelintir orang, melainkan memperbaiki kehidupan seluruh rakyat. Karena itu, negara harus hadir secara aktif, khususnya untuk kelompok masyarakat paling rentan.
Salah satu wujud nyata kehadiran negara tersebut, kata Prabowo, adalah melalui program Sekolah Rakyat, yakni sekolah berasrama gratis yang didedikasikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Program Sekolah Rakyat ditujukan untuk memutus mata rantai kemiskinan ekstrem melalui pendidikan. Anak-anak dari kelompok desil 1 dan desil 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) memperoleh akses pendidikan berkualitas secara gratis, lengkap dengan fasilitas asrama, makan, dan pembinaan karakter.
“Dengan pendidikan yang benar, kita beri mereka kesempatan mengubah nasib dan masa depan. Inilah instrumen paling kuat untuk memerangi kemiskinan,” kata Presiden.
Baca juga : Prabowo Anugerahkan Tanda Kehormatan Kepada Polri Di Panen Raya Nasional
Pemerintah menargetkan jumlah Sekolah Rakyat akan terus ditingkatkan secara bertahap sebagai bagian dari strategi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia dan pemerataan kesejahteraan nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.