RM.id Rakyat Merdeka - Banjir setinggi satu meter yang melanda Kabupaten Pati, Jawa Tengah, sudah berlangsung seminggu. Kondisi ini membuat sebagian warga terpaksa menggunakan perahu untuk mencari makan dan beraktivitas.
Banjir yang terjadi sejak Jumat (9/1/2026) semakin parah setelah Sungai Silugonggo meluap dengan ketinggian air mencapai sekitar satu meter. Kondisi tersebut membuat akses darat terputus di sejumlah wilayah sehingga perahu menjadi sarana utama mobilitas warga.
Salah seorang warga, Sriyatun, mengatakan dirinya bersama suami terpaksa menggunakan perahu untuk keluar rumah menuju lokasi yang tidak terendam banjir guna mencari makan.
Baca juga : Gelar Istighosah Di Pandeglang, PSI Banten Ajak Warga Doakan Korban Bencana
“Sudah lima hari kebanjiran. Aktivitas lumpuh, semuanya pakai perahu. Di dalam rumah air setinggi sekitar 75 sentimeter, kalau di peka rangan bisa sampai satu meter,” ujar Sriyatun, Jumat (16/1/2026).
Ia memilih bertahan di rumah bersama keluarga alih-alih mengungsi. Bagian dapur yang belum terendam dimanfaatkan sebagai tempat beraktivitas sehari-hari.
Perahu juga digunakan untuk menuju lokasi parkir sepeda motor yang telah diamankan di tempat lebih tinggi. “Kalau mau keluar cari makan atau memberi makan lele, motornya diparkir di masjid karena lebih aman,” katanya.
Baca juga : Dideklarasikan Di JCC, Partai Gema Bangsa Dukung Prabowo Nyapres Di 2029
Selain kesulitan ekonomi warga, banjir di Pati juga menimbulkan peristiwa memilukan. Seorang jenazah warga Desa Mintobasuki, Kecamatan Gabus, terpaksa diangkut menggunakan perahu menuju tempat pemakaman karena akses jalan terendam banjir setinggi satu meter.
Dalam rekaman video amatir warga, prosesi pemakaman dilakukan dengan menaikkan jenazah ke atas perahu sampan. Mobil jenazah tidak dapat melintasi lokasi karena genangan air terlalu tinggi.
Banjir di Kabupaten Pati terus meluas seiring tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir. Data sementara mencatat, jumlah desa terdampak bertambah dari semula 90 desa menjadi 112 desa di tujuh kecamatan yang berada di sepanjang aliran Sungai Silugonggo. Akses jalan menuju Alun-alun Juwana juga ditutup karena genangan air cukup dalam.
Baca juga : Temuan Baru KPK, Eks Sekjen Kemnaker Beli Mobil Pake Uang Pemerasan
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto meninjau dapur umum di Balai Desa Sidoharjo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Sabtu (17/1/2026), untuk memastikan ketersediaan logistik bagi warga terdampak banjir.
Dalam peninjauan tersebut, Suharyanto didampingi Anggota Komisi VIII DPR RI Sri Wulan. Ia menyebutkan dapur umum tersebut mampu memproduksi sekitar 2.000 porsi makanan per hari bagi masyarakat terdampak.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.