BREAKING NEWS
 

Banjir Seminggu, Warga Pati Cari Makan Pake Perahu

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : ADITYA NUGROHO
Minggu, 18 Januari 2026 07:40 WIB
Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polresta Pati mengevakuasi warga menggunakan perahu karet di Desa Bumirejo, Kabupaten Pati, Jumat (17/1/2026). (Foto: Humas Polri)

 Sebelumnya 
“Kami ingin memastikan kebutuhan dasar masyarakat, terutama konsumsi bagi para pengungsi, benar-benar terpenuhi,” ujar Suharyanto. 

Ia menjelaskan, BNPB telah menggelar rapat koordinasi bersama Bupati Pati Sudewo, Wakil Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, serta instansi terkait untuk menentukan langkah penanganan banjir. 

Prioritas penanganan meliputi pemenuhan kebutuhan dasar warga, distribusi bantuan ke lokasi pengungsian, serta pelaksanaan operasi modifikasi cuaca bekerja sama dengan BPBD dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Operasi tersebut melibatkan tiga pesawat. 

Baca juga : Gelar Istighosah Di Pandeglang, PSI Banten Ajak Warga Doakan Korban Bencana

“Modifikasi cuaca dilakukan untuk mengurangi intensitas hujan, bukan menghentikan hujan,” katanya. 

Selain itu, BNPB menargetkan perbaikan akses infrastruktur agar dalam dua pekan ke depan tidak ada lagi jalan terputus. Jembatan darurat akan dibangun jika ditemukan jembatan rusak. 

BNPB juga akan mendata rumah warga yang mengalami kerusakan berat, sedang, dan ringan untuk selanjutnya ditangani oleh pemerintah pusat. 

Baca juga : Dideklarasikan Di JCC, Partai Gema Bangsa Dukung Prabowo Nyapres Di 2029

Sri Wulan menilai keberadaan posko pengungsian dan dapur umum sebagai wujud kebersamaan dan gotong royong masyarakat membantu warga terdampak bencana. Ia akan terus mengawal program penanganan pascabanjir di Kabupaten Pati. 

Sementara itu, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Endro Dwi Cahyono menilai banjir di wilayah Pantura Timur, khususnya Kabupaten Pati, tidak hanya disebabkan curah hujan tinggi, tetapi juga kerusakan lingkungan di kawasan hulu Pegunungan Kendeng. 

Menurut Endro, pembalakan hutan di kawasan tersebut menurunkan daya serap tanah sehingga mempercepat aliran air ke wilayah hilir. Selain itu, pendangkalan sungai akibat sedimentasi memperparah banjir. 

Baca juga : Temuan Baru KPK, Eks Sekjen Kemnaker Beli Mobil Pake Uang Pemerasan

Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Pati segera melakukan pembenahan menyeluruh, termasuk audit pintu air dan optimalisasi pompa air, agar banjir tidak terus berulang setiap tahun. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense