BREAKING NEWS
 

UNOSO Gelar Wisuda Ke-2, OSO Minta Wisudawan Tambah Pengalaman

Reporter & Editor :
FAQIH MUBAROK
Kamis, 22 Januari 2026 20:18 WIB
Pembina Yayasan Pendidikan OSO, Dr Oesman Sapta (OSO) saat wisuda Universitas OSO (UNOSO) ke-2 di Pontianak Convention Center (PCC), Kalimantan Barat (Kalbar), Kamis (22/1/2026). Foto: UNOSO

RM.id  Rakyat Merdeka - Universitas OSO atau UNOSO menggelar wisuda ke-2 di Pontianak Convention Center (PCC), Kalimantan Barat (Kalbar), Kamis (22/1/2026). Prosesi wisuda berlangsung khidmat dan penuh haru.

Sidang wisuda UNOSO dihadiri langsung Pembina Yayasan Pendidikan OSO, Dr Oesman Sapta (OSO), beserta istri Serviati Oesman. Sidang tersebut juga dihadiri mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD; akademisi Rocky Gerung; serta Gubernur Kalbar, Ria Norsan; dan Wakil Gubernur (Wagub) Kalbar, Krisantus Kurniawan.

Turut hadir Kapolda Kalbar, Irjen Pipit Rismanto; Rektor UNOSO, Yarlina Yacoub; Rektor Universitas Tanjungpura (Untan), Garuda Wiko; mantan Kepala Pelaksana Harian BNN Komjen (Purn), Gories Mere; serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalbar.

Dalam sambutannya, Oesman Sapta berharap, para wisudawan/wisudawati dan mahasiswa UNOSO menjadi orang yang bermanfaat bagi bangsa dan negara, khususnya masyarakat daerah. Dia menegaskan, mahasiswa harus berpihak pada kebenaran.

"Kepada para lulusan UNOSO, teruslah bermanfaat untuk sesama, untuk daerah maju," ujar OSO.

Baca juga : Ajukan 2 Novum, Eks Dirut Garuda Minta Dibebaskan di Kasus Pengadaan Pesawat

Pihaknya berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar karena telah diterima dan diizinkan untuk membangun pendidikan di wilayah ini. OSO pun menekankan pentingnya sistem pendidikan dan pengalaman.

Menurut dia, selain menimba ilmu melalui pendidikan dan buku, pengalaman sangat penting untuk meningkatkan kualitas dan mencapai keberhasilan. OSO menegaskan, sistem pendidikan dan pengalaman sama-sama penting dan sangat dibutuhkan.

"Pendidikan sangat penting, tapi mahasiswa juga harus menempa diri dengan pengalaman. Anda harus berpikir tajam tentang bagaimana membangun sistem yang anda pelajari. Untuk itu, anda tidak hanya harus baca buku untuk lulus, tapi harus mencari pengalaman yang bisa menambah ilmu anda," tuturnya.

Lebih lanjut, mantan Wakil Ketua MPR RI itu mengatakan, UNOSO yang dibangunnya memang tidak besar. Sebab, pihaknya tidak mengejar jumlah, tapi kualitas sumber daya manusia yang mumpuni.

"Saya mau 50 sampai 100 orang saja, tapi berkualitas. UNOSO harus membangun kualitas yang berasal dari Kalbar," cetusnya.

Baca juga : Gelar Rapat Koordinasi, Buperta Berikan Bonus Karyawan Teladan

Dalam orasi ilmiahnya, Mahfud MD mengucapkan selamat kepada UNOSO, yang dalam waktu 6 tahun sudah melakukan dua kali wisuda resmi.

"Sangat produktif menyediakan kaum terdidik dengan idealisme yang siap membangun bangsa. Selamat UNOSO telah mengantar Indonesia ke depan yang lebih baik," ucap Mahfud.

Menurutnya, setelah lulus dari laboratorium akademis, para wisudawan/wisudawati akan masuk ke dalam laboratorium kehidupan. Dia mengingatkan, kegagalan di laboratorium akademis bisa diperbaiki, namun kegagalan dalam laboratorium masyarakat, tidak bisa diperbaiki.

"Banyak orang hebat secara akdemik, tapi gagal di laboratorium kehidupan. Bukan hanya tidak berperan dalam masyarakat, bahkan kadang merusak kehidupan di dalam masyarakat," jelasnya.

Adsense

Karenanya, Mahfud menekankan, para wisadawan/wisudawati harus mampu membangun integritas diri agar sukses dalam laboratirum kehidupan. Bukan sekadar mengandalkan ijazah.

Baca juga : Usyk Incar Wilder, Tantangan Terakhir di Kelas Berat

"Kadang kalau hanya mengandalkan ijazah, orang bisa cari ijazah dengan cara tidak benar. Maka yang terpenting adalah integritas. Integritas itu kejujuran, sikap untuk melaksanakan tugas dengan baik sesuai dengan apa yang diucapkan, dipikirkan, kemudian dilaksanakan dalam tindakan," tuturnya.

Mahfud menambahkan, integritas adalah bertemunya antara intelektual dengan moralitas. "Kata Pak Rocky, ijazah tanda kuliah di kampus, belum tentu tanda orang berpikir. Integritas itu kejujuran, bertemunya intelektualitas dengan moralitas. Bertemunya otak dan watak," terangnya.

Diingatkan Mahfud, mahasiswa yang baru lulus, adalah gelombang baru menuju Indonesia baru atau Indonesia Emas 2045. "Tidak apa-apa sedikit, karena baru berdiri. Dalam sejarah, perubahan selalu dimulai dari yang kecil," tegasnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense