Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Prabowo Datang Lagi Ke Aceh Tamiang, Minta Warga Sama-sama Jaga Alam
Jumat, 12 Desember 2025 22:36 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto kembali turun langsung menemui warga terdampak banjir di Aceh Tamiang, Jumat (12/12/2025). Didampingi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Prabowo menegaskan bahwa menjaga lingkungan harus menjadi prioritas agar bencana serupa tak terus berulang.
"Terima kasih saya di sini diterima dengan baik, saya datang sesuai dengan janji saya saat Aceh Tamiang masih terputus dan baru tersambung kembali seminggu yang lalu. Saat itu saya berjanji akan kembali lagi ke mari," kata Prabowo di hadapan para pengungsi.
Prabowo melihat kondisi di lapangan mulai membaik, meski pekerjaan besar masih menunggu. "Saya lihat keadaan sekarang saat ini. Insyaa Allah nanti akan kita perbaiki bersama, pemerintah akan turun membantu semuanya," ujarnya.
Baca juga : Prabowo Kasih Jempol Ke Gubernur Aceh Mualem Di Tamiang
Ia tak menutup mata bahwa banyak infrastruktur belum pulih. "Saya minta maaf masih ada yang belum diperbaiki, kita akan bekerja keras memperbaiki infrastruktur yang rusak terutama listrik. Kita akan berusaha semaksimal mungkin memperbaiki yang ada meski kita semua tahu kondisi di lapangan sangat sulit maka itu mari kita atasi bersama," tegasnya.
Kepada warga, Prabowo kembali mengingatkan pentingnya menjaga alam agar risiko bencana menurun. "Mudah-mudahan kondisi kalian semua cepat pulih kembali, cepat normal dan kita sekarang juga harus waspada dan hati-hati. Kita harus jaga lingkungan kita, alam kita harus kita jaga, kita tidak boleh tebang pohon sembarangan dan kita minta kepada Pemerintah Daerah semua lebih waspada dan lebih mengawasi, kita jaga alam kita dengan sebaik-baiknya," pesannya.
Pada isu lingkungan tersebut, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah tak akan longgar terhadap pelanggaran tambang di kawasan hutan. Pemerintah kini resmi memberlakukan tarif denda administratif bagi penambang ilegal maupun pemegang izin yang menyimpang.
Baca juga : Momen Prabowo Cek Tumpukan Kayu Yang Terbawa Banjir Di Aceh Tamiang
Dalam aturan yang tertuang dalam Kepmen ESDM Nomor 391.K/MB.01/MEM.B/2025, denda tertinggi diberikan kepada pelanggaran tambang nikel, yaitu Rp6,5 miliar per hektare. Pelanggaran bauksit dikenai denda Rp1,7 miliar per hektare, timah Rp1,2 miliar per hektare, dan batubara Rp354 juta per hektare.
"Penetapan tarif denda ini merupakan instrumen penegakan hukum yang bertujuan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pemanfaatan sumber daya alam, sekaligus menanggulangi kerugian negara dan dampak lingkungan," ujar Bahlil dalam kesempatan berbeda.
Kunjungan Prabowo dan penegasan kebijakan denda ini menandai semakin seriusnya pemerintah menata ulang pengelolaan lingkungan, terutama di wilayah rawan bencana.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya