RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Presiden Gibran Rakabuming melakukan tinjauan langsung ke lokasi terdampak bencana tanah longsor di Desa Pasir Langu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Minggu (25/1/2026).
Kunjungan kerja ini dilakukan bersama jajaran menteri kabinet untuk memastikan seluruh tahapan penanganan darurat dan kebutuhan dasar para penyintas terpenuhi secara optimal.
Dalam peninjauan tersebut, Wapres didampingi oleh Menko PMK Pratikno, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Kepala Basarnas Mohammad Syafii, Menteri PPPA Arifarul Choiri Fauzi, serta jajaran pimpinan daerah termasuk Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan dan Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail.
Baca juga : Wapres Gibran Tinjau Lokasi Longsor Di Bandung Barat
Wapres Gibran menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa warga Bandung Barat. Rombongan menyisir wilayah terdampak guna memantau kelayakan logistik, ketersediaan layanan kesehatan, hingga proses evakuasi yang masih berjalan.
Menko PMK Pratikno menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah penyelamatan jiwa dan perlindungan pengungsi melalui koordinasi lima klaster utama yang meliputi SAR, kesehatan, logistik, pengungsian, serta pemulihan.
Sinergi di lapangan diperkuat oleh pengerahan lebih dari 250 personel gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, dan BPBD yang didukung oleh alat berat untuk mempercepat pencarian korban di bawah koordinasi klaster SAR.
Baca juga : Dedi Mulyadi Putuskan Relokasi Warga di Lokasi Longsor Bandung Barat
Selain itu, klaster kesehatan juga telah menyiagakan posko medis 24 jam di halaman Kantor Desa Pasirlangu yang mencakup layanan ambulans, penanganan korban kritis, hingga layanan trauma healing bagi masyarakat yang terdampak secara psikologis.
Kebutuhan logistik seperti permakanan, selimut, dan perlengkapan kebersihan dipastikan mengalir lancar melalui koordinasi klaster logistik bersama pemerintah daerah.
Berdasarkan data terbaru hingga Minggu siang, tercatat sebanyak 232 jiwa tengah mengungsi di Kantor Desa Pasirlangu. Para pengungsi ini terbagi di dua lokasi utama, yakni gedung olahraga desa dan aula desa, dengan pengawasan ketat dari klaster pengungsian dan perlindungan.
Baca juga : Penjelasan Lengkap PVMBG Soal Longsor Bandung Barat Yang Tewaskan 8 Orang
Pemerintah juga telah menyiapkan langkah jangka panjang melalui klaster pemulihan dengan menyusun tiga skema hunian bagi warga terdampak. Skema tersebut meliputi pembangunan hunian sementara, pemberian Dana Tunggu Hunian bagi warga yang memilih menetap di rumah kerabat, hingga opsi relokasi permanen ke lokasi yang lebih aman.
Sinergi pusat dan daerah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan aktivitas sosial serta ekonomi masyarakat pascabencana di Kabupaten Bandung Barat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.