RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, meminta mitra Satuan Pelaksana Pelayanan Gizi (SPPG) untuk merangkul dan memberdayakan kantin sekolah serta pedagang makanan di lingkungan sekolah penerima program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Nanik, mitra SPPG harus memastikan program MBG tidak mematikan usaha kecil yang selama ini hidup di sekitar sekolah. Sebaliknya, kantin sekolah, pedagang bakso, dan penjual makanan ringan justru harus dilibatkan sebagai bagian dari rantai pasok MBG.
“Kepada para mitra SPPG, yang ngeluh kantinnya mati, tolong order roti dan sebagainya, bisa bakso, bisa nugget, ke kantin-kantin sekolah. Sertakan orang tua murid untuk membuat,” kata Nanik.
Baca juga : BGN Wajibkan Kepala SPPG Rajin Turun Ke Lapangan
Arahan tersebut disampaikan Nanik saat memberikan pengarahan dalam kegiatan Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kepala Satuan Pelayanan, yayasan, mitra, koordinator wilayah, serta seluruh Kepala SPPG di Bondowoso dan Situbondo. Kegiatan itu berlangsung di Bondowoso, Jawa Timur, Senin (26/1/2026).
Nanik menegaskan, kewajiban merangkul dan memberdayakan pelaku usaha kecil di sekolah penerima MBG merupakan amanat langsung Presiden yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025.
Dalam Pasal 38 peraturan tersebut ditegaskan bahwa penyelenggaraan MBG harus memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri serta melibatkan usaha mikro, usaha kecil, perseroan perorangan, koperasi, koperasi desa/kelurahan Merah Putih, dan BUMDesa.
Baca juga : Cek Penerima Manfaat, Kepala SPPG Harus Rutin Berkunjung ke Sekolah
Untuk memastikan kualitas dan standar gizi tetap terjaga, mitra SPPG dapat bekerja sama dengan pengawas gizi di masing-masing satuan pelayanan. Pengawas gizi bertugas memberikan pendampingan, pelatihan, serta panduan terkait standar gizi, proses pengolahan pangan yang sehat, dan aspek higienitas.
“Bisa jadi justru orderan bahan makanan untuk SPPG ini omzetnya lebih besar dari pada kalau dia jualan seperti biasa,” kata Nanik.
Selain aspek pemberdayaan ekonomi, Nanik juga mengingatkan agar mitra SPPG tidak semata-mata berorientasi bisnis. Sebagai Ketua Harian Tim Koordinasi 17 Kementerian dan Lembaga dalam pelaksanaan MBG, ia meminta mitra memiliki kepekaan sosial terhadap kondisi sekolah penerima manfaat.
Baca juga : BGN Bantah Program MBG Dan Pengangkatan Karyawan SPPG Sedot Anggaran Pendidikan
Ia mencontohkan, jika sekolah belum memiliki fasilitas sanitasi yang layak seperti WC atau wastafel, mitra dapat membantu penyediaannya. Begitu pula jika terdapat fasilitas sekolah yang rusak, seperti atap bocor, mitra diharapkan dapat turut membantu perbaikan.
Perhatian juga diminta diberikan kepada para guru, khususnya guru honorer dan tenaga pendidik di sekolah penerima MBG. Menurut Nanik, bentuk kepedulian sosial tersebut akan memberi dampak positif yang berkelanjutan.
“Anda bisa membelikan sarung atau mukena untuk guru atau orang tua murid yang tida mampu. Itu semua menjadi sedekah jariyah Anda semua,” ujar mantan wartawan senior tersebut.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.