Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Cek Penerima Manfaat, Kepala SPPG Harus Rutin Berkunjung ke Sekolah
Minggu, 25 Januari 2026 07:59 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang mengingatkan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus rajin berkunjung ke sekolah-sekolah penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG-nya. Selain berkoordinasi dengan para guru, Kepala SPPG juga bisa langsung mendata dan memastikan jumlah penerima manfaat MBG yang riil dari dapur mereka sendiri, serta melihat perkembangan anak-anak penerima manfaat.
Nanik menegaskan hal ini saat memberikan pengarahan kepada para Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi, dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG, di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24/1/2026). Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, hadir dalam acara itu.
Baca juga : Penumpang Melonjak Saat Nataru, DPR Jempolin Kinerja Sektor Perkeretaapian
Nanik mengaku sangat sedih dengan viralnya berita tentang SDN 1 Batuporo Timur, di Dusun Pandiyan, Desa Batuporo Timur, Kecamatan Kedungdung, Sampang, Madura, Jawa Timur. Dalam video viral itu, disebutkan bahwa sekolah itu menerima jatah MBG sebanyak 63 porsi, meskipun tidak ada aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) karena tidak memiliki siswa. Parahnya lagi, salah satu ruang kelas di sekolah itu disebut dipakai untuk berkaraoke.
Hasil temuan sementara, sekolah itu semula memiliki 12 orang siswa laki-laki, dan 21 orang siswa perempuan, sementara guru yang mengajar mereka sebanyak 7 orang. Namun, dalam perkembangan selanjutnya, para siswa kemudian memilih belajar di madrasah, dan hanya pada hari Jumat datang ke sekolah itu.
Baca juga : Prabowo Tegaskan Penertiban Kawasan Hutan Terus Dilanjutkan
Munculnya berita viral tentang sekolah kosong itu menimbulkan asumsi bahwa BGN lemah dalam hal data. Padahal, jarak SPPG dengan sekolah itu hanya sekitar 10 menit. Tapi karena Kepala SPPG tidak pernah datang ke sekolah itu, sementara jatah MBG tidak langsung diantarkan ke sekolah dengan alasan lewat pekarangan warga. Akhirnya, SPPG tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. “Ini karena SPPG malas, dan tidak mengecek ke lapangan,” kata Nanik.
Karena itulah, Ketua Harian Tim Koordinasi Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis itu mewajibkan para Kepala SPPG untuk datang ke sekolah-sekolah penerima manfaat dari SPPG-nya, maupun ke posyandu, untuk berkoordinasi, dan mendapatkan data yang paling up to date. “Jangan sampai terulang kasus seperti yang di Madura itu,” ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya