Sebelumnya
Menurut Didu, Presiden mendengarkan secara serius seluruh pandangan para tokoh, termasuk kritik dan isu-isu sensitif. Dalam diskusi itu, para peserta sepakat bahwa kedaulatan negara harus dikembalikan, rakyat ditempatkan sebagai prioritas utama, dan pemberantasan korupsi tidak boleh kendor.
Mantan Ketua KPK Abraham Samad yang turut hadir menegaskan, para tokoh yang datang tak tepat dilabeli oposisi.
“Lebih tepat disebut pakar dan tokoh masyarakat yang kritis,” ujarnya.
Abraham mengungkap, pertemuan berlangsung sekitar 4,5 jam, dari pukul 16.30 WIB hingga 21.00 WIB. Diskusi diawali dengan paparan Presiden Prabowo selama sekitar 40 menit.
“Soal sumber daya alam, Presiden sangat serius melawan oligarki. Beliau mengaku tidak takut meski ada risiko serangan balik ekonomi,” ungkap Abraham.
Selain itu, Prabowo juga menyinggung reformasi kepolisian, hasil pertemuan di World Economic Forum (WEF) Davos, Swiss, serta keputusannya bergabung dengan Dewan Perdamaian (Board of Peace) bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dalam forum internasional itu, Prabowo disebut konsisten membela Palestina.
Baca juga : Red Notice Terbit, MRC Jadi Buronan Internasional
Setelah paparan Presiden, para tokoh secara bergiliran menyampaikan pandangan sesuai bidangnya masing-masing. Abraham Samad mengaku mempresentasikan peta jalan pemberantasan korupsi serta strategi peningkatan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia.
Langkah Presiden Prabowo merangkul para pengkritik mendapat apresiasi pengamat. Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas menilai sikap ini mencerminkan kenegarawanan.
“Presiden tidak menganggap kritik sebagai ancaman. Ini sikap negarawan,” kata Fernando kepada Rakyat Merdeka.
Baca juga : Diwarnai Aksi Kericuhan, Musda Golkar Sumut Berlangsung Aklamasi
Ia mengingatkan agar Presiden terus membuka telinga dan tidak hanya mendengar masukan yang bersifat asal bapak senang (ABS). Penting juga mendengar masukan dari pihak yang berseberangan.
Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta A. Bakir Ihsan juga menilai dialog langsung dengan tokoh kritis sebagai langkah positif. Namun ia menegaskan, pertemuan harus ditindaklanjuti dengan kebijakan konkret.
“Yang penting bukan hanya simbol merangkul, tetapi benar-benar mengakomodasi kritik,” ujarnya. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.