RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menunjukkan gaya kepemimpinan terbuka. Sejumlah tokoh yang selama ini dikenal kritis terhadap pemerintah dirangkul dan diajak berdiskusi maraton hampir lima jam di kediamannya, Jalan Kartanegara 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Pertemuan tertutup itu digelar Jumat (30/1/2026) malam. Sejak sore hingga malam, kendaraan silih berganti keluar-masuk kompleks Kartanegara. Aparat keamanan berjaga ketat. Pewarta tak bisa mendekat karena adanya rambu larangan masuk sekitar 150 meter dari rumah Presiden.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membenarkan adanya pertemuan tersebut. Ia menegaskan, tokoh-tokoh yang diundang bukan lawan politik pemerintah, melainkan figur masyarakat yang selama ini aktif memberikan pendapat.
“Tidak ada oposisi. Mereka tokoh-tokoh masyarakat. Bapak Presiden sangat terbuka berdialog dan menerima masukan,” ujar Prasetyo di Wisma Danantara, Jakarta, Sabtu (31/ 1/2026).
Sejumlah nama yang hadir antara lain Peneliti Senior BRIN Prof. Siti Zuhro, mantan Kabareskrim Polri Susno Duadji, mantan Ketua KPK Abraham Samad, hingga mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu. Dari unsur pemerintah, hadir Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Menlu Sugiono, dan Mensesneg Prasetyo Hadi.
Menurut Prasetyo, selain mendengarkan pandangan para tokoh, Presiden Prabowo juga memaparkan program-program pemerintah yang telah dijalankan selama setahun terakhir. “Semua berorientasi pada kepentingan rakyat, bangsa, dan negara,” tegasnya.
Baca juga : Red Notice Terbit, MRC Jadi Buronan Internasional
Pertemuan ini pertama kali diungkap Menhan Sjafrie Sjamsoeddin. Ia menyebut diskusi bukan sekadar silaturahmi politik, melainkan pembahasan serius soal masa depan bangsa.
“Bukan hanya kumpul-kumpul. Ini diskusi tentang pengelolaan negara, dari sumber daya alam sampai keuangan nasional,” kata Sjafrie di Cibodas, Bogor, Sabtu (31/1/2026).
Sjafrie menegaskan, Presiden ingin mengajak semua pihak. Termasuk mereka yang selama ini kritis, untuk realistis melihat kondisi bangsa dan bersama-sama mencari solusi.
Baca juga : Diwarnai Aksi Kericuhan, Musda Golkar Sumut Berlangsung Aklamasi
“Keberpihakan kepada rakyat harus ditunjukkan secara moral dan tindakan,” ujarnya.
Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu mengungkap, pertemuan berlangsung mulai sekitar pukul 17.00 WIB hingga 20.45 WIB. Diskusi, kata dia, berjalan dinamis dan terbuka.
“Bapak Presiden mempresentasikan kebijakan strategis untuk percepatan perbaikan bangsa,” tulis Said Didu di akun media sosial X @msaid_didu, Minggu (1/2/2026).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.