BREAKING NEWS
 

Cepat Tanggap Perbaiki Situasi Nasional

Kepuasan Terhadap Presiden 79,9 Persen

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : SISWANTO
Senin, 9 Februari 2026 08:58 WIB
Data kepuasaan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto. (Tabel: Dok. IPI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Langkah cepat dan tanggap Pemerintah dalam merespons krisis dan memperbaiki situasi nasional mendapat apresiasi publik. Survei Indikator Politik Indonesia (IPI) membuktikan, kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto mencapai 79,9 persen.

Kesimpulan itu mengemuka dalam hasil survei IPI tentang Persepsi Publik Terhadap Kinerja Presiden dan Kepercayaan Warga Terhadap Lembaga-lembaga Negara yang dirilis secara daring, Minggu (8/2/2026). Hadir sebagai pembicara Prof. Burhanuddin Muhtadi (Founder dan Peneliti Utama IPI), Prof. Dr. Suparji Ahmad (Ketua Senat Akademik Universitas Al-Azhar Indonesia), Kiki Iswara Darmayana (CEO Rakyat Merdeka Group), Retno Pinasti (Pemimpin Redaksi SCTV-Indosiar), dan Primus Dorimulu (CEO Investortrust.id).

Dalam paparannya, Burhan merinci, dari angka 79,9 persen responden yang puas dengan Prabowo, 66,9 persen menyatakan cukup puas dan 13 persen sangat puas. Menurut Burhan, angka ini sangat tinggi untuk ukuran approval rating seorang Presiden. 

"Selebihnya 17,1 persen responden kurang puas, 2,2 persen tidak puas sama sekali, dan 0,8 persen tidak tahu atau tidak menjawab,” kata Burhan.

Angka kepuasan Prabowo ini, kata dia, lebih tinggi dibandingkan dengan awal pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 2004 maupun Presiden Joko Widodo (Jokowi) 2014.

Approval rating lebih tinggi karena Pak Prabowo bukan hanya menggantungkan modal elektoral dari diri sendiri, tapi juga dari Pak Jokowi,” jelasnya.

Dibeberkan Burhan, responden yang puas didominasi Gen Z mencapai 86,3 persen. Sementara Generasi X menjadi kelompok dengan tingkat kepuasan terendah sebesar 75 persen. 

Dari sisi gender, tingkat kepuasan sedikit lebih kuat di kalangan perempuan 81,9 persen, meski tingkat kepuasan pemilih laki-laki juga tergolong tinggi, 77,9 persen.

Dari sisi etnis, kepuasan relatif kuat di kalangan etnik Jawa dan Madura. Sementara itu, tingkat kepuasan relatif lebih rendah, meski masih di atas 50 persen, ditemukan pada etnik Minang dan Betawi.

Baca juga : Prabowo Gelorakan Mikul Dhuwur Mendhem Jero

Menurut Burhan, alasan publik merasa puas paling dominan adalah upaya pemberantasan korupsi. Sebanyak 48,8 persen responden menyatakan kondisi pemberantasan korupsi di Indonesia sangat baik dan baik, 25,7 persen sedang, 18,2 persen buruk, dan hanya 3 persen sangat buruk.

Alasan berikutnya, Prabowo dinilai sering memberikan bantuan (15,6 persen). Disusul program kerja bagus (11,0 persen), kinerjanya dinilai baik dan memiliki bukti nyata (10,5 persen), serta sosok Prabowo yang dinilai tegas, berwibawa, dan berani (9,7 persen).

Faktor lain yang turut mendongkrak kepuasan publik adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG). Berdasarkan hasil survei, sebanyak 72,8 persen masyarakat penerima manfaat menyatakan puas terhadap program ini.

“Kalau yang puas total 72,8 persen, tapi yang betul-betul sangat puas 12,2 persen, cukup puas 60,6 persen. Yang kurang puas atau tidak puas total 24,4 persen,” beber Burhanuddin.

Generasi Z menjadi kelompok paling tinggi yang puas terhadap MBG dengan 80,7 persen. Program unggulan ini dinilai kebijakan nyata dan mudah dipahami generasi muda karena manfaatnya dirasakan langsung.

Publik juga semakin menginginkan program MBG bersifat universal. Jika Januari 2025 hanya 47 persen setuju MBG diberikan ke seluruh anak tanpa melihat latar belakang ekonomi, kini angkanya melonjak menjadi 60 persen. 

Selain itu, 33 persen responden percaya program ini bersih dari korupsi, namun 61 persen masih meragukan transparansinya. Karena itu, ia meminta Badan Gizi Nasional (BGN) terus melakukan evaluasi dan pembenahan.

“Program MBG punya implikasi langsung terhadap kepuasan kepada Presiden. Semakin puas terhadap MBG, kepuasan ke Pak Prabowo bisa mencapai 88,5 persen,” jelasnya.

Adsense

Survei IPI ini juga mencatat kondisi nasional cenderung membaik selama 17 bulan kepemimpinan Prabowo. Untuk kondisi ekonomi nasional, 35,5 persen responden menjawab sangat baik dan baik. Kondisi politik dinilai baik oleh 34,2 persen responden, sementara kondisi keamanan mendapat penilaian baik dan sangat baik dari 57,2 persen responden. Untuk penegakan hukum, sebanyak 41,8 persen responden menyatakan puas. 

Baca juga : Ada Kelompok Garong Ingin Terjadi Kerusuhan

Survei juga mengukur tingkat kepuasan publik terhadap lembaga negara. TNI paling tinggi dengan 93 persen, disusul Presiden 91 persen, Kejaksaan Agung (Kejagung) 80 persen, Mahkamah Konstitusi 75 persen, Pengadilan 74 persen, KPK 72 persen,  MPR 67 persen, Polri 65 persen, DPD 65 persen, partai politik 61 persen, dan DPR 56 persen

Untuk Kejagung, terang Burhan, angkanya tinggi karena belakangan menangani kasus korupsi besar yang menyita perhatian publik. Salah satu pendorong utama lonjakan kepercayaan ini adalah aksi nyata Kejagung menunjukkan tumpukan uang hasil penindakan korupsi senilai Rp 6,6 triliun.

"Sebanyak 70,7 persen gabungan setuju dan sangat setuju mengapresiasi langkah Kejaksaan ini sebagai bentuk pertanggungjawaban nyata kepada publik," ujar Burhan.

Hal lain yang juga diperoleh dari survei IPI ini yakni tentang harapan publik terhadap Pemerintah untuk memperhatikan lagi sejumlah persoalan. Masalah mendesak yang perlu segera ditangani yakni pengendalian harga kebutuhan pokok sebanyak 27,4 persen, pemberantasan korupsi (20,2 persen); penyediaan lapangan kerja (17,6 persen); dan upaya pengurangan kemiskinan (10,9 persen).

Pemerintah Cepat dan Tanggap

CEO Rakyat Merdeka Group, Kiki Iswara, menilai kepuasan tinggi ini tak lepas dari kecepatan Pemerintah dalam merespons dan me-recovery berbagai situasi. "Pertama sejak kerusuhan akhir Agustus 2025, recovery amat cepat, ini di luar prediksi kita. Setelah satu dua bulan, publik kembali percaya," ungkap Kiki.

Kemudian, Pemerintah dinilai berhasil menstabilkan harga bahan pokok. Oktober hingga akhir tahun, harganya relatif stabil. Ini dapat apresiasi publik. "Lewat bansos beras, BLT, Pemerintah berhasil juga mengembalikan kepercayaan," katanya.

Contoh lain adalah mitigasi isu program MBG. Awalnya publik masih ragu karena beragam kasus keracunan. Namun, dia mencatat, selama 2,5 bulan, Pemerintah dalam hal ini BGN, melakukan pembenahan menyeluruh. 

"Ini pembenahan yang sangat cepat. Isu keracunan ditangani dengan baik. Masyarakat jadi lebih yakin," tuturnya.

Contoh lainnya, penanggulangan bencana Sumatera. Kata Kiki, awalnya orang ragu dan pesimistis. Ternyata, seiring jalannya waktu, Pemerintah tanggap dan cepat me-recovery. Hampir semua daerah terisolir terbuka, puskesmas dan fasilitas publik lainnya, berfungsi kembali.

Baca juga : Bencana Datang Silih Berganti, Ulama Ajak Umat Introspeksi Diri

Kecepatan inilah, yakin Kiki, yang tercermin dalam hasil survei terbaru IPI. Meski demikian, Kiki mewanti-wanti Pemerintah dalam menghadapi momentum Ramadan dan Lebaran.

"Kalau ini ditangani dengan baik, kepercayaan publik akan lebih meningkat lagi. Tetapi, lepas itu semua, Pemerintah sudah menunjukkan mereka konsen terhadap keluhan publik. Pemerintah makin cepat, tanggap, makin bisa menerima kritik dan evaluasi," pungkasnya.

Pemerintah mengapresiasi hasil survei ini. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bilang, ini bukti mayoritas rakyat puas dan mendukung kinerja Presiden. 

"Bahkan dengan pembacaan optimistis dengan penambahan margin of error 2,9 persen, angka kepuasan publik secara nyata mencapai 82,2 persen," kata Ara-sapaanya, Minggu (8/2/2026).

Ara menilai, tingginya approval rating Presiden tak lepas dari kinerja Pemerintah dalam hal ekonomi, keamanan, dan penegakan hukum. Kepuasan terhadap Presiden ini, kata Ara, secara khusus juga ditopang kuat oleh penegakan hukum dan pemberantasan korupsi. Kejagung misalnya, di bawah arahan Presiden telah menunjukkan performa luar biasa.

"Artinya masyarakat ingin bukti nyata, bukan sekadar kata-kata. Ini sudah dilakukan dan membuat rakyat sangat puas pada kepemimpinan Presiden saat ini," ucapnya.

Sekadar informasi, servei dilakukan pada periode 15-21 Januari 2026, melalui wawancara tatap muka terhadap 1.220 responden di seluruh provinsi di Indonesia. Populasi survei adalah warga negara Indonesia berumur 17 tahun atau lebih atau sudah menikah.

Dengan jumlah sampel tersebut, survei memiliki margin of error plus minus 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel diambil secara acak dan didistribusikan secara proporsional, serta telah melalui proses quality control tanpa ditemukan kesalahan berarti.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense