BREAKING NEWS
 

Setelah Beras & Jagung

Titiek Dukung Pemerintah Perluas Swasembada Pangan

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : ABDUL SHOMAD
Rabu, 11 Februari 2026 06:40 WIB
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Siti Hediati Soeharto. (Foto: Dok. Gerindra)

RM.id  Rakyat Merdeka - Swasembada pangan tidak boleh hanya terfokus pada beras dan jagung. Swasembada pangan perlu diperluas mencakup komoditas strategis lain seperti gula, bawang putih, dan kedelai.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Siti Hediati Soeharto mendorong perluasan agenda swasembada pangan nasional. Menurutnya, swasembada pangan tidak boleh hanya terfokus pada beras dan jagung, tapi perlu diperluas lagi. 

“Saya mendorong untuk swasembada gula, bawang putih, hingga kedelai,” kata Titiek Soeharto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (10/2/2026). 

Ketua Komisi IV DPR ini menilai, Indonesia ke depan harus mampu mandiri dalam pemenuhan berbagai komoditas pangan penting. Selain gula dan kedelai, dia juga menyebut garam serta berbagai jenis bawang yang hingga kini masih banyak bergantung pada impor. 

"Penguatan produksi dalam negeri menjadi langkah krusial untuk mengurangi ketergantungan impor pangan. Jadi, kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi secara berkelanjutan dari hasil pertanian nasional," tuturnya. 

Baca juga : DPR: Utamakan Kesehatan Rakyat

Secara teknis, kata Titiek, upaya menekan impor kedelai harus dimulai dari peningkatan penanaman di dalam negeri. Dengan begitu, kata dia, pasokan bahan pangan seperti tempe dapat sepenuhnya bersumber dari petani Indonesia. 

"Kami mengapresiasi keberhasilan Pemerintah yang mencapai swasembada beras pada 2025," kata putri Presiden Ke-2 Soeharto ini. 

Capaian swasembada beras tersebut diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Rabu (7/1/2026). 

Adsense

Menurut Titiek, keberhasilan swasembada beras menjadi modal penting untuk mendorong swasembada komoditas pangan lainnya. Dia mengatakan, kegagalan dalam budi daya kedelai tidak seharusnya membuat upaya tersebut terhenti. 

"Kita punya banyak akademisi dari universitas yang bisa menemukan solusinya. Enggak perlu bibit impor, pakai bibit lokal saja karena sesuai dengan iklim Indonesia,” tegasnya. 

Baca juga : Cek Prasarana Layanan Lebaran, KAI Inspeksi Jalur Utara Pulau Jawa

Titiek menyebut sejumlah perguruan tinggi telah melakukan penelitian dan menemukan varietas kedelai unggul yang cocok dengan iklim Indonesia. Dia mengatakan, dengan riset yang konsisten, ketergantungan terhadap bibit impor dinilai bisa dikurangi secara bertahap. 

"Riset dan pengembangan menjadi kunci untuk menjawab tantangan budi daya, termasuk perbedaan karakteristik tanah di berbagai daerah, agar produksi kedelai nasional dapat meningkat secara berkelanjutan," ujarnya. 

Terkait target waktu, Titiek berharap swasembada pangan selain beras dapat diwujudkan secepat mungkin. Dia menyoroti bawang putih dan kedelai sebagai komoditas dengan tingkat impor yang masih tinggi. 

“Yang menikmati impor itu sudah kebanyakan. Sekarang saatnya kita benar-benar kerja untuk rakyat,” pungkasnya. 

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan, Pemerintah telah melakukan capaian besar dalam penguatan stok pangan nasional. Prabowo menyatakan, cadangan beras di gudang Pemerintah saat ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. 

Baca juga : Digitalisasi Jadi Fondasi Perencanaan Nasional

“Pertama kali dalam sejarah republik, cadangan beras kita di gudang-gudang Pemerintah menjadi yang tertinggi. Sejak 31 Desember 2025, Indonesia sekarang swasembada beras,” kata Prabowo saat acara Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (8/2/2026). 

Prabowo menegaskan, Pemerintah menargetkan swasembada jagung dalam waktu dekat. Dia optimistis dalam tiga tahun ke depan Indonesia dapat mencapai swasembada pangan secara menyeluruh. Dia menegaskan, kemandirian pangan merupakan kunci utama kesejahteraan rakyat. 

"Dengan produksi yang kuat dan pasokan yang stabil, ketergantungan pada impor dapat ditekan," tandas Ketua Umum Partai Gerindra ini. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense