BREAKING NEWS
 

Berkat Dapur MBG, Pemuda Palmerah Punya Aktivitas Budidaya Ikan

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Jumat, 13 Februari 2026 16:38 WIB
Pekerja SPPB tampak menyiapkan MBG untuk didistribusikan. (Foto: Khairizal Anwar/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Program ketahanan pangan mendapat dukungan dari kalangan pemuda di tingkat kecamatan.

Salah satunya datang dari Hairul (41), anggota Karang Taruna Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat. Dia dipercaya mengelola kolam ikan sistem bioflok di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Palmerah.

“Saya sangat mendukung program Bapak Presiden untuk ketahanan pangan,” kata Hairul SPPG Polri Palmerah oleh Presiden Prabowo Subianto, Kamis, (13/2/2026).

Menurutnya, dukungan terhadap program ketahanan pangan bukan hanya datang dari dirinya, tetapi juga dari para pembudidaya ikan di berbagai daerah.

Baca juga : BSI Fasilitasi Pembayaran Iuran 16 Juta Anggota Muhammadiyah

Mereka menilai pendekatan penguatan produksi dari skala kecil menjadi langkah realistis untuk membangun kemandirian.

“Teman-teman pembudidaya di seluruh Indonesia benar-benar sangat mendukung ketahanan pangan, kecukupan pangan minimal. Skala kecil dahulu sehingga lebih sejahtera untuk prosesnya ke skala besar,” ujarnya.

Di Palmerah, pengembangan kolam bioflok tidak hanya berorientasi pada produksi ikan, tetapi juga membawa dampak sosial bagi lingkungan sekitar.

Adsense

Hairul menyebut, kegiatan budidaya tersebut mampu menyerap tenaga kerja lokal sekaligus memberikan keterampilan baru bagi warga. Apalagi hasilnya akan langsung diserap oleh SPPG yang ada di wilayah itu.

Baca juga : Bar Khusus Pemuda, Umur 40 Ke Atas Dilarang Masuk

“Jadi, sebenarnya efek domino dari program ketahanan pangan ini memang menyerap tenaga kerja,” ujarnya.

Ia menambahkan, warga yang sebelumnya tidak memiliki keterampilan khusus, kini dilibatkan dan dilatih dalam proses budidaya ikan.

“Paling tidak membantu warga sekitar yang tadinya mungkin nggak ada wawasan, nggak ada skill, kita ajarkan dan mereka juga bekerja dengan kita,” ujarnya.

Tidak hanya memberikan pengalaman kerja, sistem pengelolaan tersebut juga membuka peluang bagi hasil atau pembagian keuntungan kepada para pekerja.

Baca juga : Universitas Trisakti Gelar PKM Pemberdayaan Koperasi Merah Putih di Ciambar

“Bisa bagi hasil ataupun pemberian keuntungan. Jadi, paling tidak mengurangi jumlah pengangguran di sekitar,” ucapnya.

Hairul juga menyampaikan harapan agar pemerintah turut memperhatikan kendala yang dihadapi pembudidaya, terutama terkait harga pakan ikan yang terus meningkat.

“Harga pelet ikan benar-benar melambung. Susah didapat. Mohon dibantu,” ujar Hairul.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense