RM.id Rakyat Merdeka - Muhammadiyah mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tanpa ragu sejak awal diluncurkan. Penegasan tersebut disampaikan Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Abdul Mu’ti, dalam peresmian Tahap 3 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), di Kampus IV Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Medan, Senin (16/2/2026).
Acara tersebut turut dihadiri Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya, Rektor UMSU, Wakil Gubernur Sumatera Utara, unsur Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) dan Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Sumatera Utara, serta undangan lainnya.
Dalam amanatnya, Mu’ti menegaskan dukungan Muhammadiyah terhadap MBG bukan sekadar pernyataan sikap, tetapi dibuktikan melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan BGN pada momentum Tanwir Muhammadiyah di Kupang. Dukungan tersebut bertumpu pada prinsip dasar gerakan Muhammadiyah yang tidak ingin melahirkan generasi lemah, baik dari sisi pengetahuan maupun fisik.
Baca juga : Kapolda Riau Resmikan Tabung Harmoni Hijau, Dukung MBG & Ketahanan Pangan
“Program makan bergizi adalah ikhtiar menyiapkan kualitas manusia sejak dini, sehingga anak-anak dan masyarakat memiliki fondasi yang kuat untuk belajar, bertumbuh, dan berkontribusi,” tegasnya.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah ini mengaitkan arah MBG dengan konsep Islam bastatan fil ‘ilmi wal jism, yakni keunggulan ilmu dan ketangguhan raga yang berjalan beriringan. Ia merujuk kisah Thalut yang layak memimpin bukan karena faktor material, melainkan karena kekuatan fisik dan kebijaksanaan intelektual.
“Tafsir-tafsir modern menyebut bahwa amanah besar menuntut daya lahir dan batin yang dipandu iman, ilmu, serta upaya pendidikan yang sistematis. Kontekstualisasi hari ini menempatkan ilmu sebagai seluruh pengetahuan yang bermanfaat, dan jism sebagai kesehatan, kebugaran, ketahanan mental, serta kecakapan hidup,” jelas Mu’ti.
Baca juga : Lampaui Target Bangun SPPG, Polda Metro Jaya Dukung Terciptanya Lapangan Kerja
Menurutnya, kerangka tersebut membuat MBG tidak berhenti pada pemenuhan gizi, tetapi menjadi pintu pembentukan karakter. Generasi kuat, kata dia, membutuhkan tubuh yang terawat agar ilmu dapat bertumbuh dan diwujudkan dalam kerja nyata.
Ia menegaskan, tujuan akhir MBG adalah melahirkan generasi yang siap belajar, bekerja, dan memikul tanggung jawab. Pada titik ini, makanan bergizi dipandang bukan sekadar intervensi kesehatan, melainkan bagian dari upaya membangun kualitas manusia Indonesia yang lebih tangguh menghadapi tantangan zaman, termasuk target besar menuju Indonesia Emas 2045.
Peresmian Tahap 3 SPPG ditandai dengan pemukulan tagading sebagai simbol penguatan layanan. Pada kesempatan yang sama, Mu’ti menyerahkan buku berjudul Makan Bergizi Gratis Perspektif Islam dan Pendidikan kepada para tokoh yang hadir sebagai bagian dari penguatan rujukan gagasan dan narasi publik mengenai pentingnya gizi serta pendidikan karakter yang sejalan dengan nilai pendidikan dan Islam.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.