BREAKING NEWS
 

Di Perayaan Imlek Festival 2026, Presiden: Persatuan Bukan Cuma Slogan

Reporter : BHAYU AJI PRIHARTANTO
Editor : UJANG SUNDA
Senin, 2 Maret 2026 08:53 WIB
Presiden Prabowo Subianto (Foto: Dok. Setneg)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menegaskan, persatuan Indonesia bukan sekadar slogan, melainkan kenyataan yang hidup di tengah masyarakat. Penegasan itu disampaikan Kepala Negara dalam momen perayaan puncak Imlek Festival 2026, Sabtu (28/2/2026).

Imlek Festival 2026 mengambil tema “Harmoni Imlek Nusantara”. Acara digelar di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Presiden Prabowo menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat yang merayakan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau Tahun Kuda Api melalui video yang diunggah kanal YouTube Sekretariat Presiden.

“Atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia, saya mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2577, Tahun Kuda Api. Gong Xi Fa Cai. Tahun Baru Imlek bukan hanya perayaan keagamaan, Imlek adalah momentum kebangsaan, persaudaraan, dan persatuan,” ucapnya.

Prabowo menekankan, tema “Harmoni Imlek Nusantara” mencerminkan jati diri Indonesia sebagai bangsa yang besar karena keberagaman, kuat karena persatuan, dan tegak karena kebersamaan. “Perayaan ini bukan hanya menampilkan tradisi dan budaya. Perayaan ini menegaskan nilai gotong royong, solidaritas, dan nilai kemanusiaan,” terangnya.

Tahun ini, lanjut Prabowo, perayaan Imlek memiliki makna lebih mendalam karena berdampingan dengan Bulan Suci Ramadan umat Islam. Prabowo gembira, kedua umat bisa menjalankan ibadah tanpa bersinggungan.

Baca juga : Selat Hormuz Ditutup, Apa Dampaknya ke RI?

“Ini adalah wajah asli Indonesia. Berbeda, tapi rukun. Beragam, tapi satu tujuan,” imbuhnya.

Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan Imlek Festival 2026 di berbagai daerah sebagai wujud nyata harmoni nasional. “Harmoni ini hidup di seluruh Nusantara. Ini bukti bahwa persatuan Indonesia bukan hanya slogan. Persatuan Indonesia adalah kenyataan,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Presiden berharap Tahun Kuda Api membawa keberkahan, kesehatan, kedamaian dan harapan baru bagi semua masyarakat Indonesia. "Gong Xi Fa Cai. Selamat tahun baru. Semoga keberuntungan, kesehatan, dan kebahagiaan menyertai kita semua,” tutupnya.

Adsense

Puncak perayaan di Lapangan Banteng diawali dengan Pawai Harmoni Imlek Nasional. Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memukul bedug pada pukul 16.26 WIB sebagai tanda dimulainya rangkaian acara. Di momen ini, Menag didampingi Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar Li, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Stella Christie, dan Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan. Sejumlah kepala daerah turut hadir, di antaranya Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti.

Tiga bedug disiapkan di atas panggung, masing-masing mewakili Istiqlal, Katedral, dan daerah.  Ketiganya dipukul secara bersamaan sebagai simbol harmoni lintas iman.

Baca juga : Imbas Perang: 200 Anak di Iran Tewas, 329 WNI Dinyatakan Aman

Parade kemudian menampilkan barongsai dari berbagai daerah, ondel-ondel, Reog Ponorogo, pencak silat, hingga beragam kesenian Nusantara lainnya. Penari naga liong juga tampil memeriahkan suasana, menegaskan akulturasi budaya Tionghoa dan Nusantara dalam bingkai kebersamaan.

Festival Imlek Nasional 2577 berlangsung selama 22 Februari hingga 3 Maret 2026 dan terbuka untuk umum tanpa biaya masuk. Mengusung tema “Harmoni Imlek Nusantara”, festival ini disebut sebagai perayaan Imlek nasional pertama yang dipusatkan di ruang publik terbuka dan bertepatan dengan bulan Ramadan.

Dalam pidatonya, Menag memanjatkan doa dan harapan bagi masyarakat yang merayakan Imlek. “Saya turut berdoa, Saudara-saudara semua senantiasa diberikan kebahagiaan, berlimpah rejeki, dan keberuntungan,” tuturnya.

Menurut Menag, Imlek memiliki makna spiritual sekaligus sosial budaya yang telah melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Perayaan kali ini terasa spesial karena digelar di tengah bulan Ramadan. “Imlek dan Ramadan dapat saling melengkapi dalam semangat kebersamaan,” ujarnya.

Festival ini, lanjut Menag, menjadi ruang perjumpaan lintas agama sekaligus medium keberagaman yang memperkuat persatuan. “Ini menunjukkan semakin kokohnya kebersamaan kita sebagai bangsa yang majemuk,” ucapnya.

Baca juga : Amerika-Israel Serang Iran, Perang Dunia III Di Depan Mata

Ketua Umum Panitia Imlek Festival 2577 Irene Umar mengatakan, penyelenggaraan di Bulan Ramadan menjadi simbol nyata harmoni keberagaman Indonesia. “Selama delapan hari penuh dengan kejutan-kejutan yang ada, untuk menunjukkan Bhinneka Tunggal Ika, kekayaan Indonesia yang luar biasa. Itulah indahnya Harmoni Imlek Nusantara yang hadir di bulan Ramadan ini,” ujar Irene, dalam keterangan resminya.

Selain Festival Lentera dan Parade Imlek Nusantara, pengunjung dapat menikmati Museum Terbuka Akulturasi Budaya Tionghoa, Festival Pasar Kuliner, layanan Cek Kesehatan Gratis, hingga pertunjukan seni dan instalasi film.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense