Dark/Light Mode

Amerika-Israel Serang Iran, Perang Dunia III Di Depan Mata

Minggu, 1 Maret 2026 07:50 WIB
Kepulan asap terlihat di Teheran, Iran, pasca serangan Israel pada Sabtu (28/2/2026). (Foto: Reuters)
Kepulan asap terlihat di Teheran, Iran, pasca serangan Israel pada Sabtu (28/2/2026). (Foto: Reuters)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketegangan di Timur Tengah akhirnya pecah. Amerika Serikat (AS) dan Israel kompak bombardir sejumlah wilayah Iran. Tak tinggal diam, Iran gantian melancarkan serangan balasan. Perang Dunia III yang dikhawatirkan itu, sudah di depan mata.

Serangan gabungan AS-Israel dilaporkan menghantam sejumlah wilayah dan infrastruktur vital di Teheran, Ibu Kota Iran, serta beberapa kota lain, Sabtu (28/2/2026) pagi. Ledakan rudal menggema, disusul kepulan asap tebal di langit pusat dan timur ibu kota Iran. 

Beberapa rudal disebut menghantam Jalan Universitas dan Kawasan Republik. Serangan juga dilaporkan menyasar distrik Keshvardoost dan Pasteur—dekat kediaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Ledakan terdengar pula di Isfahan, Qom, Karaj, dan Kermanshah. 

Kementerian Pertahanan Israel mengumumkan pihaknya melancarkan serangan pendahuluan ke Iran. Otoritas Israel menetapkan keadaan darurat nasional. Sirene meraung di Yerusalem dan berbagai kota lain, menandakan ancaman serius. 

“Israel telah melancarkan serangan pendahuluan terhadap Iran. Menteri Pertahanan Israel Katz menetapkan keadaan darurat khusus dan segera di seluruh negeri,” demikian pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Israel. 

Baca juga : Tak Ada Peraih Adipura 2026, Semua Kota Di Indonesia Gelagapan Urus Sampah

Israel juga menutup wilayah udaranya untuk seluruh penerbangan sipil. Menteri Transportasi Israel, Miri Regev, menyatakan Direktur Otoritas Penerbangan Sipil menutup wilayah udara negara itu setelah serangan dimulai. 

Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi keterlibatan negaranya. Dalam pidato video di platform Truth Social, Trump menyebut operasi ini sebagai serangan besar-besaran dan berkelanjutan untuk mencegah “kediktatoran radikal” yang mengancam kepentingan keamanan nasional AS. 

“Militer Amerika Serikat sedang melancarkan operasi besar-besaran dan berkelanjutan, akan menghancurkan rudal-rudal mereka dan meluluhlantakkan industri rudal mereka hingga rata dengan tanah,” kata Trump. 

Ia mengultimatum Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan seluruh jajaran militer Iran agar menyerah. “Letakkan senjata kalian dan dapatkan kekebalan penuh, atau jika tidak, hadapi kematian yang pasti,” tegasnya. 

Trump juga menuding Iran kembali membangun program nuklirnya pascabombardir Juni 2025. “Mereka menolak setiap kesempatan untuk menghentikan ambisi nuklir mereka, dan kita tidak bisa mentoleransinya lagi,” ujarnya. 

Baca juga : Menapaki HMAS Toowomba, Super Modern & Wow Banget

Sementara Otoritas Iran mengumumkan penutupan wilayah udaranya setelah rentetan ledakan terdengar di kota-kota besar negaranya. “Wilayah udara seluruh negeri ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut,” sebut juru bicara Organisasi Penerbangan Sipil Iran, dilansir AFP, Sabtu (28/2/2026). 

Belum ada pernyataan resmi dari Teheran jumlah korban jiwa maupun total kerusakan yang diakibatkan oleh serangan gabungan AS-Israel tersebut. 

Seorang pejabat Iran mengatakan, Teheran langsung menyiapkan balasan yang disebut akan bersifat menghancurkan. Tak lama, Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan serangan balasan ke Israel dan pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah. 

Rentetan ledakan mengguncang sejumlah negara Teluk Arab yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat (AS). Mulai dari Bahrain, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, hingga Kuwait semuanya melaporkan rentetan ledakan setelah AS bersama Israel menyerang Iran. 

Kantor berita Bahrain News Agency, seperti dilansir CNN dan The Guardian, Sabtu (28/2/2026), melaporkan pusat layanan Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain telah “menjadi sasaran serangan rudal”. 

Baca juga : Rudiarto Sumarwono: PPPK Memang Bukan Pegawai Permanen

Kantor berita Iran, Fars, secara terpisah menyebut serangan rudal telah dilancarkan terhadap pangkalan AS yang ada di Bahrain. 

Diketahui bahwa Bahrain merupakan salah satu sekutu penting AS di kawasan Teluk Persia, dan menjadi tuan rumah tetap bagi markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di ibu kota Manama. 

Sejumlah video yang beredar menunjukkan kepulan asap menjulang dari arah pangkalan Angkatan Laut AS di Bahrain. Menurut seorang pejabat AS, yang dikutip CNN, pangkalan itu diserang oleh rudal Iran. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.