BREAKING NEWS
 

Golkar Dorong Pemerintah

Galang Kekuatan, Hentikan Perang AS-Israel Vs Iran!

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : ABDUL SHOMAD
Selasa, 3 Maret 2026 05:40 WIB
Sekjen Partai Golkar, Muhammad Sarmuji. (Foto: Instagram/m.sarmuji)

 Sebelumnya 
Terpisah, Sekretaris Jenderal Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Mahfuz Sidik mengatakan, serangan militer yang dilakukan Israel dengan dukungan AS terhadap Iran berpotensi memicu perang besar di kawasan Timur Tengah. 

Respons Iran, kata Mahfuz, yang melancarkan serangan balasan ke Israel dan sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah, seperti Bahrain, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Irak, Suriah, dan Arab Saudi, makin menambah panas eskalasi. 

"Ini berpotensi menyeret negara-negara Teluk ke pusaran konflik yang lebih luas. Negara-negara di kawasan Teluk harus menahan diri agar tidak terlibat langsung dalam perang ini. Dalam situasi apa pun, yang diuntungkan adalah Israel,” kata Mahfuz di Jakarta, Minggu (1/3/2026). 

Baca juga : Iran Tunggu Prabowo Jadi Mediator Konflik

Eks politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu berharap, negara-negara Teluk mempertimbangkan ulang kerja sama yang berujung pada legitimasi langkah-langkah militer Israel di kawasan. Saat ini, kata dia, Iran merupakan kekuatan militer terbesar yang tersisa di kawasan dan diposisikan sebagai ancaman nyata bagi Israel. 

“Iran yang dianggap memiliki kemampuan mengembangkan senjata nuklir menjadi penghalang terbesar bagi ambisi zionis Israel,” kata Ketua Komisi I DPR periode 2010–2017 ini. 

Mahfuz juga menyoroti waktu serangan yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Menurut dia, situasi tersebut berpotensi memicu sentimen negatif luas di kalangan umat Muslim dunia terhadap Israel dan AS. 

Baca juga : Di Perayaan Imlek Festival 2026, Presiden: Persatuan Bukan Cuma Slogan

“Israel menunjukkan tidak adanya penghormatan terhadap bulan suci umat Islam,” tandasnya. 

Sebelumnya, Israel mengumumkan telah melancarkan serangan pendahuluan ke Iran pada Sabtu (28/2/2026). Serangan yang didukung AS itu dinilai menunjukkan kepentingan besar Israel dalam eskalasi konflik tersebut. 

Serangan tersebut dikabarkan berhasil menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Dikutip dari AFP, Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan dua pejabat tinggi lainnya akan memimpin Iran dalam periode transisi setelah wafatnya Khamenei. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense