Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Amerika-Israel Serang Iran, Prabowo Bersedia Ke Teheran Jadi Fasilitator Perdamaian
TB Hasanuddin: Niat Baik Ini Butuh Kalkulasi Matang
Senin, 2 Maret 2026 07:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Usai situasi Timur Tengah yang memanas, Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesediaannya menjadi fasilitator dialog antarnegara yang berkonflik. Prabowo pun mengaku siap untuk berangkat ke Teheran, Iran.
Rencana Prabowo ini pun menjadi perbincangan di kalangan Komisi I DPR sebagai komisi yang membidangi pertahanan dan luar negeri.
Diketahui, kondisi kawasan Timur Tengah sedang tegang dan membara, menyusul konfirmasi serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran. Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden, menyampaikan kesiapannya untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif apabila disetujui kedua belah pihak.
Baca juga : DPR Janji Perjuangkan Guru Madrasah Swasta Jadi PPPK
"Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi," dikutip dari akun X @Kemlu_RI, Sabtu (28/2/2026).
Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap target di Iran, pada Sabtu (28/2/2026). Hal itu memicu ledakan di ibu kota Teheran dan eskalasi di seluruh wilayah.
Iran pun menanggapi gelombang serangan AS dengan melancarkan serangan rudal ke beberapa negara yang menampung puluhan ribu pasukan Amerika yang ditempatkan di seluruh Timur Tengah. Pasukan AS itu berada di bawah Komando Pusat militer AS (CENTCOM). Negara-negara tersebut yakni Arab Saudi, Irak, Bahrain, Kuwait, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Suriah.
Baca juga : Pemerintah Percepat Aturan Perdagangan Karbon Nasional
Menanggapi niat Prabowo tersebut, Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono menilai, rencana Pemerintah Indonesia menjadi fasilitator antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran itu patut diberi apresiasi. Langkah ini mencerminkan komitmen politik luar negeri bebas aktif yang telah menjadi prinsip dasar bangsa kita.
“Inisiatif tersebut sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang berkomitmen terhadap stabilitas kawasan dan perdamaian dunia,” ujar Dave kepada Rakyat Merdeka melalui WhatsApp, Minggu (1/3/2026).
Sementara itu, Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin menyatakan bahwa niat Presiden Prabowo Subianto ke Teheran merupakan langkah yang sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif serta amanat konstitusi dalam menjaga perdamaian dunia. Namun demikian, dia menegaskan bahwa langkah tersebut harus melalui perhitungan yang matang.
Baca juga : Rini: Reformasi Birokrasi Dimulai Dari Integritas
"Niatan tersebut juga membutuhkan kalkulasi yang matang,” ujar TB Hasanuddin, Minggu (1/3/2026).
Untuk mengetahui pandangan TB Hasanuddin mengenai niat Presiden Prabowo yang siap menjadi fasilitator dialog terkait kondisi memanas Timur Tengah, berikut wawancaranya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya