Sebelumnya
Karena itu, dia mendorong tiga langkah strategis yang dapat dilakukan Pemerintah untuk pemulihan pasca banjir Sumatera. Pertama, Pemerintah provinsi harus mengambil kepemimpinan lebih tegas dalam arsitektur pemulihan dengan peta prioritas layanan dasar sebagai rujukan bersama kabupaten/kota.
Kedua, Pemerintah Pusat perlu memastikan fleksibilitas fiskal yang bertanggung jawab melalui percepatan persetujuan perubahan anggaran dan pemberian diskresi terukur bagi kepala daerah.
Ketiga, indikator keberhasilan harus diperluas dari sekadar serapan anggaran menjadi ukuran dampak pemulihan nyata di lapangan.
Baca juga : Nasabah Bulion BSI Tumbuh 44 Persen
“Uang sudah turun. Kebijakan sudah dibuat. Kini pemulihan tidak boleh tertahan kebiasaan lama,,” katanya.
"Di tengah situasi pascabencana, negara diuji bukan oleh besarnya anggaran, melainkan kemampuannya mengubah keputusan fiskal menjadi kehidupan yang kembali berjalan," pungkas Azis.
Sebelumnya, langkah proaktif Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dalam memperjuangkan percepatan pemulihan wilayah terdampak banjir di Pulau Sumatera berbuah manis.
Baca juga : Kepentingan Nasional Dan Aspek Halal Terlindungi
Hal itu tertuang dalam surat resmi Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Askolani, kepada Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Agus Fatoni, tertanggal 28 Februari 2026.
Dalam surat bernomor S-28/ PK/2026 tersebut, disampaikan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 59 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Rincian Alokasi dan Penyaluran DBH, DAU, dan Dana Otsus Tahun Anggaran 2026, termasuk penyaluran kurang bayar DBH hingga Tahun Anggaran 2024 bagi daerah tertentu di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR), Tito memahami kapasitas fiskal daerah terdampak relatif terbatas. Dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang minim, pemda sangat bergantung pada dana transfer pusat untuk memperbaiki infrastruktur dan menutup kerugian materiil akibat banjir bandang dan tanah longsor. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.