BREAKING NEWS
 

Luncurkan Buku Menggugat Republik

Syahganda: Hanya Dua Presiden RI Ideologis, Soekarno dan Prabowo

Reporter & Editor :
MARULA SARDI
Jumat, 6 Maret 2026 04:28 WIB
Ketua Dewan Direktur GREAT Institute, Dr Syahganda Nainggolan meluncurkan Buku Menggugat Republik di Aula Barat Institut Teknologi Bandung, Bandung, Kamis (5/3/2026). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Dewan Direktur GREAT Institute, Dr Syahganda Nainggolan meluncurkan Buku "Menggugat Republik" di Aula Barat Institut Teknologi Bandung, Bandung, Kamis (5/3/2026).

Kegiatan yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional bertema Prabowonomics, Demokrasi dan Arah Republik ke Depan. Kegiatan tersebut digelar dan ditutup dengan hidangan buka puasa bersama.

Sejumlah tokoh hadir antaranya Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Moh Jumhur Hidayat, pengamat politik Rocky Gerung, anggota Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, Ketua Komisi XI DPR RI, Muhammad Misbakhun, Rektor ITB dan Prof Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara.

Baca juga : Survei Indikator: 79,9 Persen Publik Puas Dengan Kinerja Presiden Prabowo

Syahganda  menceritakan perjalanan aktivismenya yang bermula dari gerakan mahasiswa hingga menjadi penulis dan pemikir. Ia mengatakan bahwa semangat perlawanan untuk kepentingan bangsa dan rakyat sudah tertanam sejak masa kuliah, khususnya dalam lingkungan aktivis kampus seperti di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Menurut Syahganda, para aktivis saat itu tidak pernah gentar menegakkan kebenaran meski menghadapi berbagai risiko. Ia mencontohkan kisah aktivis Jumhur Hidayat yang tetap berjuang meskipun keluarganya mengalami tekanan ketika ayahnya—yang saat itu menjadi calon Dirut Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo)—dipenjara.

Adsense

Ia juga menceritakan bagaimana gerakan mahasiswa kala itu melibatkan berbagai kampus lain seperti Universitas Padjadjaran (Unpad). Bersama sejumlah aktivis, mereka membangun berbagai gerakan sosial, mulai dari gerakan buruh hingga gerakan rakyat. 

Baca juga : Longsor Maut Banjarnegara Akibat Rekahan Tanah Tidur, Pakar Geologi: Bukan Sesar

"Perjuangan tersebut masih relevan hingga saat ini," ujarnya.

Dalam pandangannya, hanya ada dua presiden Indonesia yang benar-benar memiliki ideologi kuat, yakni Soekarno dan Prabowo Subianto. 

Syahganda mengatakan pandangan tersebut juga ia tuangkan dalam bukunya yang ditulis saat berada di penjara, termasuk tentang konsep nasionalisme pada masa muda Soekarno.

Baca juga : Sekolah Damai di Bali Bentengi Siswa dari Ideologi Intoleran dan Kekerasan

Ia menjelaskan bahwa nasionalisme Soekarno muda berbeda dengan saat sang proklamator memasuki masa tua yang menurutnya lebih pragmatis. Sementara itu, Syahganda menilai Prabowo Subianto masih mempertahankan ideologi kuat hingga usia 75 tahun.

Selain itu, ia menyinggung tantangan pemerintahan saat ini, seperti kondisi ekonomi masyarakat yang masih membutuhkan solusi cepat, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga perbaikan program sosial.

Di akhir sambutannya, Syahganda mengungkapkan bahwa banyak pengorbanan pribadi yang harus ia lakukan selama menulis dan beraktivitas, termasuk waktu bersama keluarga.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense