BREAKING NEWS
 

Percepat Pemulihan Sumatera, Pemerintah Suntik Dana Lagi 10,6 T

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : SISWANTO
Minggu, 8 Maret 2026 07:50 WIB
Inilah hunian tetap (huntap) bagi korban bencana Sumatera di Kampung Talang, Koto Tuo, Pauh, Padang, Sumatera Barat, Sabtu (7/3/2026). (Foto: Antara Foto)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah menambah amunisi untuk mempercepat pemulihan pasca bencana di Sumatera. Dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp 10,6 triliun disuntikkan ke tiga provinsi terdampak agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan lebih cepat. 

Hal ini diungkap oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang juga Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian. Kata Tito, penambahan TKD ini merupakan realisasi dari usulannya kepada Presiden Prabowo Subianto dan DPR RI. 

“Harapannya daerah-daerah bisa melakukan penanganan bencana sesuai kemampuannya. Yang tidak mampu tetap ditangani pusat,” ungkap Tito saat acara Penyerahan Santunan Ahli Waris untuk Korban Bencana Hidrometeorologi dan Sosialisasi Penambahan TKD Tahun 2026 bagi Daerah Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) secara hybrid dari Gedung MTQ Pidie Jaya, Aceh, Jumat (6/3/2026). 

Baca juga : Bahas Bantuan Untuk Palestina, Prabowo Berlinang Air Mata

Turut hadir dalam kegiatan tersebut yakni Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi, Plt. Direktur Utama Pos Indonesia Haris, serta jajaran kepala daerah dan Forkopimda se-Aceh, Sumut, dan Sumbar yang mengikuti kegiatan secara virtual.

Sebelumya, dalam rapat secara virtual bersama Pemerintah Daerah (Pemda) terdampak bencana, Kamis (5/3/2026), Tito menjelaskan, Presiden memutuskan penambahan tersebut tak hanya diberikan kepada daerah terdampak bencana secara langsung. Namun, seluruh kabupaten/kota dan provinsi di Aceh, Sumut, dan Sumbar juga mendapat tambahan anggaran. 

“Beliau memutuskan untuk memberikan semua, baik yang terdampak atau tidak se-provinsi, karena dianggap bencana provinsi,” tambahnya. 

Baca juga : Saleh Partaonan Daulay: PAN Tak Pernah Ada Perintah Kelola MBG

Dari total Rp 10,6 triliun, alokasi terbesar diberikan kepada Sumatera Utara sekitar Rp 6,3 triliun, disusul Sumatera Barat Rp 2,6 triliun, dan Aceh sekitar Rp 1,6 triliun. Kebijakan tersebut telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Keuangan Nomor 59 Tahun 2026. Tito juga telah menerbitkan surat edaran untuk mengatur teknis penggunaannya. 

Lebih lanjut, Tito mengingatkan, Presiden meminta agar anggaran tambahan ini betul-betul digunakan untuk mempercepat pemulihan bencana. 

Bagi daerah yang tak terdampak, anggaran ini dapat dimanfaatkan mendukung program mitigasi maupun pencegahan. Seperti memperbaiki jembatan atau bendungan yang dianggap rawan terdampak. 

Baca juga : Irma Suryani Chaniago: Kalau Kader Parpol Ikut Partisipasi, Tak Masalah

“Termasuk untuk penanganan tata ruang misalnya, pendidikan latihan untuk penanganan bencana. Atau yang lain seperti penanganan inflasi,” pesannya. 

Adsense

Setelahnya, Tito meninjau pembangunan Huntara di Pidie Jaya dan menghadiri acara Ramadan Festival 2026 yang digar di kompleks Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (6/3/2026). 

Hadir Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Kapolda Aceh Marzuki Ali Basyah, Kajati Aceh Yudi Triadi, Sekda Aceh M Nasir, serta para ulama, bupati, dan wali kota se-Aceh. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense