BREAKING NEWS
 

Percepat Pemulihan Sumatera, Pemerintah Suntik Dana Lagi 10,6 T

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : SISWANTO
Minggu, 8 Maret 2026 07:50 WIB
Inilah hunian tetap (huntap) bagi korban bencana Sumatera di Kampung Talang, Koto Tuo, Pauh, Padang, Sumatera Barat, Sabtu (7/3/2026). (Foto: Antara Foto)

 Sebelumnya 
Saat menutup Khanduri Nuzulul Quran Aceh Ramadan Festival 2026 di kompleks Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Jumat (6/3/2026), Tito bersama Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf juga secara simbolis menyalurkan bansos tahap pertama bagi masyarakat terdampak bencana Sumatera. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp 878.681.800.000. 

Bantuan tahap pertama terdiri atas Bantuan Isian Hunian (BIH), Bantuan Stimulan Sosial Ekonomi (BSSE), dan Jaminan Hidup (Jadup). Secara keseluruhan, BIH dan BSSE diberikan kepada 67.886 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan nilai total Rp 543.088.000.000, rinciannya BIH sebesar Rp 203.658.000.000 dan BSSE sebesar Rp 339.430.000.000. 

Selain itu, Pemerintah menyalurkan Jadup kepada 248.588 penerima manfaat. Bantuan sebesar Rp 450.000 per bulan selama tiga bulan itu memiliki total anggaran Rp 335.593.800.000 dan disalurkan melalui PT Pos Indonesia. 

Baca juga : Bahas Bantuan Untuk Palestina, Prabowo Berlinang Air Mata

Untuk Aceh, total bantuan mencapai Rp 450,76 miliar. Sementara Sumatera Utara menerima Rp 82,80 miliar, dan Sumatera Barat Rp 43,44 miliar. “Sekitar Rp 400 miliar di antaranya untuk Aceh, dan hampir separuhnya sekitar Rp 241 miliar berada di Pidie Jaya,” ujar Tito. 

Pemerintah berharap bantuan tersebut dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar selama masa pemulihan serta tersalurkan tepat sasaran. Tito menegaskan kecepatan dan kelengkapan data dari pemerintah daerah menjadi kunci percepatan penyaluran bantuan. 

“Siapa yang paling cepat mengirimkan data, dia juga yang paling cepat kita kirimkan bantuan sosialnya,” tegasnya. 

Baca juga : Saleh Partaonan Daulay: PAN Tak Pernah Ada Perintah Kelola MBG

Mantan Kapolri ini menegaskan, percepatan pembangunan hunian tetap juga bergantung pada kelengkapan data dari pemerintah daerah. Termasuk pilihan warga apakah ingin rumah dibangun di lahan sendiri atau di kawasan hunian komunal. 

Dia meminta para kepala daerah segera membentuk tim mendata warga secara rinci agar proses pembangunan hunian tetap segera dilaksanakan. “Kalau datanya sudah lengkap, kita bisa langsung eksekusi bersama BNPB dan Kementerian Perumahan,” tegasnya. 

Tito bersyukur, saat ini progres pemulihan pascabencana berlangsung positif. Setidaknya infrastruktur jalan nasional telah berangsur normal, ekonomi pulih, serta listrik telah berfungsi dengan baik. Ia memastikan Pemerintah bakal bekerja keras mendorong percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera. “Semua akan kita kerjakan sampai tuntas insya Allah,” kata Tito. 

Baca juga : Irma Suryani Chaniago: Kalau Kader Parpol Ikut Partisipasi, Tak Masalah

Sementara itu, Menteri Sosial Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) bersyukur bencana alam yang melanda dapat tertangani bertahap melalui kerja bersama Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan berbagai pihak. Bencana yang cukup besar dan luas ini jelas butuh penanganan terintegrasi. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense