Sebelumnya
“Artinya, kita harus melakukan penghematan konsumsi BBM. Kita tidak bisa menganggap bahwa apa pun yang terjadi kita aman,” tegasnya.
Prabowo kemudian menyinggung contoh kebijakan di negara lain yang telah menerapkan langkah penghematan energi secara ketat. Salah satunya adalah Pakistan yang menerapkan kebijakan kerja dari rumah dan pengurangan hari kerja untuk menekan konsumsi energi.
“Lima puluh persen bekerja dari rumah, kemudian hari kerja mereka dipotong menjadi hanya empat hari,” ungkapnya.
Baca juga : Tambah Kapal Perang-25 Ribu Pasukan, Trump Akan Makin Brutal Serang Iran
Meski demikian, Prabowo menegaskan kebijakan tersebut baru sebatas contoh. Berbagai opsi efisiensi masih akan dibahas lebih lanjut bersama para menteri dan kepala lembaga terkait.
Ia juga mengingatkan bahwa pengalaman saat pandemi Covid-19 menunjukkan pola kerja dari rumah mampu menekan mobilitas masyarakat. “Nah, jadi ini saya minta dibicarakan nanti. Dulu kita atasi Covid, dan kita berhasil,” kata mantan Menteri Pertahanan itu.
Ketua Umum Partai Gerindra itu mengimbau seluruh jajaran pemerintah menyiapkan berbagai skenario sebagai langkah antisipasi jika situasi global memburuk.
Baca juga : Pejabat Boleh Open House Lebaran, Syaratnya Jangan Bermewah-mewah
“Kita tidak panik, tetapi kita juga tidak boleh terlalu lengah. Kita tidak boleh tidak mempersiapkan diri untuk kemungkinan paling buruk,” pintanya.
Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah masih mempelajari berbagai alternatif kebijakan efisiensi energi. “Belum ada keputusan yang pasti, karena semua alternatif dalam kondisi yang tidak stabil seperti ini. Kita harus mencari berbagai alternatif,” ujar Bahlil di Istana Negara, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Ia menambahkan, untuk stok BBM jenis solar saat ini dalam kondisi melimpah. Hal itu didukung operasional proyek Refinery Development Master Plan Balikpapan yang membantu menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor solar. “Solar kita sudah aman dari dalam negeri,” imbuh Ketua Umum Partai Golkar itu.
Baca juga : Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Kita Semua Mengutuk Aksi Biadab Ini...
Sementara untuk pasokan minyak mentah, sekitar 20 persen impor Indonesia sebelumnya berasal dari kawasan Timur Tengah. Namun pemerintah telah menyiapkan alternatif sumber pasokan dari negara lain.
“Kita sudah dapat penggantinya. Memang kalau dari Amerika Serikat lebih lama, sampai 40 hari. Kalau dari Timur Tengah sekitar tiga minggu. Tapi sekarang kita buat kontrak jangka panjang,” jelasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.