BREAKING NEWS
 

Urai Macet di Gilimanuk: Pemerintah Kerahkan Kapal Besar, Percepat Waktu Sandar

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Kamis, 19 Maret 2026 11:33 WIB
Pengerahan kapal besar di Pelabuhan Gilimanuk (Foto: Dok. Kemenhub)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk yang sempat macet akibat antrean kendaraan hingga lebih dari 30 kilometer kini sudah menunjukkan perbaikan. Masyarakat yang hendak mudik keluar Pulau Bali sebelumnya harus menghadapi kemacetan panjang, dipicu tingginya volume kendaraan, khususnya truk logistik, di masa angkutan mudik Lebaran.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melaporkan, antrean yang sebelumnya mencapai puluhan kilometer kini berangsur terurai. Panjang antrean tercatat mulai menyusut.

Upaya ini merupakan hasil koordinasi intensif antara Kemenhub, Korlantas Polri, dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dalam mengurai kepadatan di salah satu titik penyeberangan tersibuk tersebut.

Baca juga : Urai Antrean Gilimanuk, ASDP Kerahkan KMP Prima Nusantara

Sejumlah langkah strategis telah diterapkan untuk mempercepat arus kendaraan. Di antaranya pengoperasian kapal-kapal berukuran besar, penambahan armada hingga 35 kapal, optimalisasi buffer zone, serta penerapan sistem tiba-bongkar-berangkat (TBB) pada 25 kapal guna mempercepat proses sandar bongkar muat.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan, berbagai langkah tersebut diharapkan mampu menekan kepadatan secara signifikan dalam waktu dekat.

Adsense

“Dengan dilakukannya langkah-langkah tersebut harapannya terjadi pengurangan kepadatan serta arus lalu lintas bisa berjalan normal kembali dan kepadatan bisa terselesaikan sebelum Hari Raya Nyepi,” ujarnya, seperti keterangan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Kamis (19/3/2026).

Baca juga : Safari Ramadan Di Riau, Kapolri: Perkuat Silaturahmi Dan Jaga Persatuan

Namun demikian, kepadatan tidak lepas dari masih banyaknya truk logistik sumbu tiga ke atas yang tetap beroperasi, meski telah ada pembatasan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB). Kondisi ini turut memperparah antrean kendaraan di jalur menuju pelabuhan.

Di sisi lain, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memperkuat kapasitas layanan melalui langkah-langkah taktis di lapangan. Salah satunya dengan mengerahkan kapal perbantuan KMP Prima Nusantara ke lintasan Ketapang–Gilimanuk.

ASDP menegaskan, langkah ini menjadi bagian dari strategi percepatan layanan. Pengerahan KMP Prima Nusantara merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kapasitas layanan di lintasan tersibuk. ASDP juga terus mengoptimalkan pola operasi kapal agar proses penyeberangan berjalan lebih cepat dan antrean dapat ditekan.

Kondisi Arus Gilimanuk

Baca juga : Pramono: Kehidupan di Jakarta Tak Seindah Dibayangkan, Perantau Harus Terampil

Berdasarkan pemantauan lapangan pada Rabu (18/3/2026) pukul 10.00 WITA, antrean kendaraan masih terlihat di wilayah Desa Melaya dengan panjang sekitar 11 kilometer dari pelabuhan. Meski demikian, kondisi ini menunjukkan tren membaik dibandingkan sebelumnya yang sempat mencapai lebih dari 30 kilometer.

Peningkatan kapasitas layanan kapal serta pengaturan arus yang lebih terstruktur mulai berdampak pada kelancaran lalu lintas. Arus kendaraan bergerak lebih stabil, meski pengguna jasa tetap diimbau untuk bersabar dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Dengan berbagai upaya yang terus dilakukan, pemerintah berharap kondisi lalu lintas di akses Pelabuhan Gilimanuk dapat kembali normal dalam waktu dekat, sehingga mobilitas masyarakat menjelang hari besar keagamaan dapat berjalan lebih lancar.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense