BREAKING NEWS
 

Hindari Macet Arus Balik, Pemudik Diimbau Maksimalkan Waktu WFA

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Selasa, 24 Maret 2026 21:36 WIB
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (Foto: Kemenhub)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah mengimbau masyarakat mengatur waktu perjalanan arus balik Lebaran 2026 agar tidak terjebak kepadatan. Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi meminta pemudik memaksimalkan kebijakan Work from Anywhere (WFA) untuk menghindari puncak arus balik.

Menhub menyebut, puncak arus balik diprediksi terjadi pada 24, 28, dan 29 Maret 2026. Karena itu, masyarakat diminta tidak menumpuk perjalanan di tanggal tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat yang kembali dari kampung halaman untuk mengatur waktu perjalanan dengan menghindari puncak arus balik pada tanggal 24, 28, dan 29 Maret 2026. Masyarakat dapat memaksimalkan waktu WFA yang diberlakukan oleh pemerintah pada 25, 26 dan 27 Maret 2026 guna menghindari penumpukan kendaraan di jalur Tol Trans Jawa,” ujarnya, di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (24/3/2026).

Baca juga : Arus Balik Padat, Menhub Minta Pemudik Utamakan Keselamatan

Lonjakan kendaraan menuju Jakarta diperkirakan mencapai 285 ribu unit pada 24 Maret 2026. Untuk mengantisipasi kepadatan, Kepolisian memberlakukan rekayasa lalu lintas one way nasional dari KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung hingga KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama.

Adsense

“Volume kendaraan yang menuju arah Jakarta menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pemberlakuan rekayasa lalu lintas one way nasional diharapkan dapat memudahkan masyarakat untuk kembali ke kota asal,” ungkapnya.

Selain itu, Rest Area KM 52B Tol Jakarta–Cikampek ditutup sementara atas diskresi Kepolisian. Sebagai alternatif, pemudik diarahkan memanfaatkan rest area lain seperti KM 42B dan KM 19B.

Baca juga : Arus Balik Lebaran 2026, Kapolri Imbau Masyarakat Manfaatkan Kebijakan WFA

“Sebelum melakukan perjalanan, saya mengimbau masyarakat untuk mengecek waktu dan rute pemberlakuan rekayasa lalu lintas yang dinamis dari pihak Kepolisian. Masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi Travoy atau melalui call center Jasa Marga,” tutur Menhub.

Ia juga mengingatkan pengusaha angkutan logistik agar mematuhi Surat Keputusan Bersama (SKB) Pengaturan Lalu Lintas dan Penyeberangan selama Angkutan Lebaran 2026 yang ditandatangani Kementerian Perhubungan, Polri, dan Kementerian Pekerjaan Umum.

“Tak bosan-bosan saya menyerukan kepada para pengusaha angkutan logistik untuk tetap patuh pada ketentuan pembatasan operasional kendaraan angkutan barang selama periode Angkutan Lebaran 2026. Hal ini sangat penting untuk memastikan mobilitas masyarakat pada masa arus balik berlangsung aman, tertib, dan juga lancar,” imbuhnya.

Baca juga : Pimpin One Way Nasional Arus Balik Lebaran, Kapolri Imbau Utamakan Keselamatan

Menhub turut mengapresiasi seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026, mulai dari Kepolisian, pemerintah daerah, pengelola jalan tol, hingga Jasa Raharja. Ia berharap koordinasi lintas sektor tersebut terus terjaga hingga periode Angkutan Lebaran 2026 berakhir.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense