BREAKING NEWS
 

Soroti Gejolak Ekonomi Politik Global

SBY Ingatkan Pemerintah Bertindak Tepat & Terukur

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : ABDUL SHOMAD
Minggu, 29 Maret 2026 06:45 WIB
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (Foto: Putu Wahyu Rama/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku terus mencermati dinamika pasar global, khususnya terkait fluktuasi harga minyak, gas, dan bahan bakar minyak (BBM) yang belakangan semakin tidak menentu.

Menurut SBY, meskipun harga energi dunia masih bergerak fluktuatif, dampak negatifnya sudah dirasakan oleh banyak negara, termasuk Indonesia. Presiden Republik Indonesia (RI) ke-6 ini mengaku ikut terus mengamati gejolak pasar global, utamanya harga minyak, gas, dan BBM. 

"Sejumlah negara di dunia, termasuk di kawasan Asia, telah mengambil langkah konkret untuk menyelamatkan perekonomian mereka," kata SBY dilansir dari situs X resmi miliknya, Jumat (27/3/2026). 

Meskipun masih fluktuatif, lanjut SBY, dampak buruk dari dinamika global BBM sudah dirasakan oleh semua negara, termasuk Indonesia. Saat ini, kata dia, kebijakan yang diambil masing-masing negara berbeda, namun dinilai rasional. 

“Saya juga menyimak kebijakan Pemerintah Filipina dan Korea Selatan yang disampaikan oleh para presidennya pada 25 Maret 2026. Langkah-langkah yang diambil beragam, tetapi saya pandang masuk akal,” jelasnya. 

Baca juga : Dinamika PKB Sidoarjo Memanas Jelang Muscab

Meski demikian, pendiri Partai Demokrat ini mengingatkan, agar Indonesia tidak panik menghadapi situasi ini. Namun, dia menekankan pentingnya ketepatan dan kecepatan dalam mengambil kebijakan. 

“Untuk Indonesia, kita tak perlu panik. Tetapi langkah-langkah kita tidak boleh terlambat dan tidak tepat,” tegasnya. 

SBY kemudian menceritakan pengalamannya saat memimpin Indonesia di tengah lonjakan harga minyak dunia pada periode 2004-2005, 2008, dan 2013. Dia menyebut, kondisi tersebut memberi tekanan besar terhadap perekonomian nasional. 

Adsense

“Harga minyak yang meroket saat itu sangat menekan ekonomi kita. Fiskal terganggu, defisit APBN melebar, inflasi meningkat, dan dampaknya sangat dirasakan oleh masyarakat kurang mampu,” kenangnya. 

Dalam menghadapi situasi tersebut, lanjut SBY, Pemerintah mengambil kebijakan kombinasi berupa penambahan subsidi dan penyesuaian harga BBM, disertai kampanye besar-besaran penghematan energi. Kata dia, meskipun pahit dan tidak mudah, kami memilih kombinasi kebijakan tersebut. 

Baca juga : InJourney Airports Siaga 24 Jam Layani Maskapai

"Pemerintah juga melakukan kampanye penghematan energi secara masif,” ujarnya. 

SBY pun tidak menampik, keputusan tersebut memicu gelombang pro dan kontra yang cukup besar, termasuk dinamika di parlemen serta aksi demonstrasi di berbagai daerah, kata dia, unjuk rasa alias demonstrasi pun tidak terhindarkan. 

"Namun pada akhirnya ekonomi kita selamat, dan masyarakat kurang mampu dapat kita lindungi melalui program bantuan langsung tunai (BLT),” ungkapnya. 

Lebih lanjut, SBY mengaku memantau langkah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai telah menyiapkan sejumlah kebijakan strategis. SBY pun menyatakan dukungannya terhadap upaya penghematan energi guna menekan defisit anggaran negara. 

“Saya melihat Pemerintah telah mempersiapkan langkah-langkah yang diperlukan. Saya mendukung gerakan penghematan energi untuk mengurangi defisit anggaran,” katanya. 

Baca juga : Senegal Tetap Arak Piala Afrika

SBY menambahkan, untuk menjaga keberlanjutan APBN 2026 dan stabilitas ekonomi nasional, pemerintah memiliki sejumlah opsi kebijakan yang dapat ditempuh. 

“Yang penting ekonomi kita selamat. Pertumbuhan tetap terjaga, inflasi terkendali, dan PHK besar-besaran bisa dicegah,” sebutnya. 

Dia juga mengingatkan agar perlindungan terhadap masyarakat kurang mampu tetap menjadi prioritas utama di tengah tekanan ekonomi global. “Yang sangat penting adalah tetap terlindunginya saudara-saudara kita yang kurang mampu, karena mereka yang paling merasakan dampaknya,” tutup SBY. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense