Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ekonomi Kuartal I-2026 Ditarget 5,5 Persen
Berkah Lebaran Dan Stimulus Pemerintah Jadi Penopang
Minggu, 29 Maret 2026 06:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah memanfaatkan momentum Idul Fitri untuk mengakselerasi perputaran ekonomi nasional melalui berbagai insentif fiskal dan kebijakan mobilitas. Karena itu, target pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 dipatok mencapai 5,5 persen secara year on year.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kebijakan yang digulirkan sejak Ramadan hingga Idul Fitri terbukti mendorong aktivitas ekonomi domestik.
“Program diskon transportasi, fleksibilitas kerja melalui kebijakan Work From Anywhere (WFA), serta bantuan sosial, terbukti meningkatkan mobilitas dan belanja masyarakat. Hal ini menopang pertumbuhan pada awal tahun,” ujar Airlangga saat menggelar open house Idul Fitri di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Sabtu (21/3/2026).
Baca juga : Diprediksi Tumbuh 5% di Tengah Konflik Global, Ekonomi Kita Tahan Banting
Pemerintah mengalokasikan lebih dari Rp 900 miliar untuk insentif sektor transportasi. Meliputi potongan tarif tol, diskon tiket kereta api dan angkutan laut hingga 30 persen, pembebasan biaya penyeberangan, serta penurunan harga tiket pesawat sekitar 17-18 persen.
Selain itu, penyesuaian biaya kebandarudaraan dan harga avtur di 37 bandara turut dilakukan untuk menekan ongkos perjalanan masyarakat.
Di sisi perlindungan sosial, bantuan pangan disalurkan selama dua bulan kepada lebih dari 35 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berupa beras dan minyak goreng untuk menjaga daya beli masyarakat.
Baca juga : Akibat Disiram Air Keras, Aktivis KontraS Butuh Operasi 2 Tahun
“Dalam suasana ini, kami berharap mampu menjaga ketahanan ekonomi dan bersiap menghadapi potensi gejolak energi global,” katanya.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menambahkan, konsumsi rumah tangga meningkat signifikan selama musim mudik, dengan kenaikan sekitar 15 hingga 20 persen.
“Marginal Propensity to Consume (MPC) masyarakat periode ini sangat tinggi, sehingga pendapatan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah dapat meningkat 50-70 persen,” ungkap Haryo.
Baca juga : Blusukan Ke Pinggir Rel, Prabowo Disambut Histeris
Menurutnya, mobilitas masyarakat yang tinggi mempercepat perputaran uang dan memperkuat ekonomi daerah.
Pemerintah pun menggelontorkan stimulus fiskal lebih dari Rp 12,8 triliun, serta dukungan bantuan sosial dan subsidi transportasi untuk menopang konsumsi.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya