Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Akibat Disiram Air Keras, Aktivis KontraS Butuh Operasi 2 Tahun
Sabtu, 28 Maret 2026 08:34 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus menderita luka serius akibat disiram air keras. Ia harus menjalani serangkaian operasi medis selama dua tahun.
Hal itu disampaikan Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Saurlin P. Siagian setelah melakukan pendalaman dari tim medis Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), tempat Andrie Yunus dirawat. Kata Saurlin, Andrie mengalami luka bakar akibat zat kimia asam kuat.
“Operasi masih terus berlanjut dan akan berlangsung enam bulan sampai dua tahun ke depan untuk pemulihan,” kata Saurlin, di Jakarta, Jumat (27/3/2026).
Baca juga : Kasih 5 Syarat, Iran Siap Akhiri Perang
Ia menjelaskan, enam bulan pertama menjadi fase krusial dalam menentukan arah pemulihan korban. "Terutama untuk memastikan stabilitas kondisi luka dan respons tubuh terhadap tindakan medis lanjutan," sambungnya.
Komisioner Mediasi Komnas HAM Pramono Ubaid Tanthowi menerangkan, penanganan medis terhadap Andrie dilakukan secara intensif dan terukur. Sejumlah kondisi spesifik seperti mata kanan korban masih dalam tahap analisis tim dokter. "Mereka belum bisa menyimpulkan apakah mengalami penurunan atau peningkatan. Itu masih dalam proses,” terang Pramono.
Komnas HAM juga mendalami dampak jangka pendek dan jangka panjang yang dialami korban. Hasil pendalaman Komnas HAM akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi penanganan yang mengedepankan perlindungan hak korban.
Baca juga : Niru Yaqut, Tersangka Korupsi Rame-rame Minta Jadi Tahanan Rumah
Pihak RSCM mengungkapkan kondisi terkini Andrie setelah menjalani perawatan intensif selama beberapa hari terakhir. Manajer Hukum dan Humas RSCM Yoga Nara menyampaikan, tim medis menemukan adanya kondisi iskemia atau kekurangan aliran darah pada sekitar 40 persen area bawah sklera mata kanan. Hal ini menyebabkan penipisan jaringan di sekitar mata korban.
Karenanya, tim medis memutuskan melakukan tindakan lanjutan melalui operasi terpadu yang melibatkan tim spesialis mata dan bedah plastik. "Pada Rabu, 25 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, pasien menjalani operasi terpadu yang melibatkan tim spesialis mata dan bedah plastik di kamar operasi Kencana,” papar Yoga.
Tim medis melakukan pemindahan jaringan dari bagian dalam mata untuk menutup area terbuka, penempelan membran amnion, dan pemasangan kembali lensa pelindung mata. Menurut Yoga, tindakan tersebut bertujuan memperbaiki permukaan bola mata untuk mendukung proses penyembuhan jaringan.
Baca juga : Korban Meninggal Turun 30 Persen, Lalu Lintas Lebih Lancar
Selama operasi berlangsung, tim dokter juga menemukan penipisan jaringan kornea yang bersifat progresif pada bagian atas hingga sisi luar kornea mata kanan, akibat proses inflamasi yang masih terjadi. Untuk mengatasi kondisi tersebut, dilakukan penempelan membran amnion tambahan dan penjahitan sementara pada kelopak mata kanan. Tujuannya, untuk melindungi permukaan mata dan memaksimalkan proses pemulihan jaringan.
Dari sisi bedah plastik, tim medis juga melakukan pembuangan jaringan mati lanjutan atau debridement. Ditambah tindakan cangkok kulit pada area mata, dada, dan pundak untuk mempercepat proses penyembuhan luka bakar. Evaluasi lanjutan terhadap kondisi luka dijadwalkan dilakukan pada Sabtu (28/3/2026).
Saat ini, fokus utama penanganan adalah mempertahankan integritas bola mata kanan serta mengendalikan proses inflamasi agar tidak berkembang lebih lanjut. "Kondisi pasien secara umum masih dalam pemantauan ketat oleh tim medis multidisiplin dengan perawatan yang dilakukan secara komprehensif dan berkesinambungan,” terang Yoga. UMM/MEN
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya