Dark/Light Mode

Bertemu Di Istana, Presiden RI Dan PM Malaysia Bahas Konflik Timur Tengah

Sabtu, 28 Maret 2026 07:50 WIB
Presiden Prabowo berbincang bersama Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim. (Foto: BPMI Setpres)
Presiden Prabowo berbincang bersama Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim. (Foto: BPMI Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (27/3/2026) sore. Pertemuan tersebut membahas perkembangan situasi di Timur Tengah

Anwar mendarat di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, sekitar pukul 15.00 WIB. Kedatangannya disambut oleh Menteri Luar Negeri Sugiono. 

Dari bandara, Anwar langsung menuju Istana Negara dan tiba sekitar pukul 16.00 WIB. Ia disambut langsung oleh Prabowo. 

Anwar terlihat mengenakan batik lengan panjang berwarna ungu bercorak hitam, sementara Prabowo mengenakan batik cokelat. Kedua kepala negara kemudian langsung menggelar pertemuan tertutup. 

Usai pertemuan, melalui akun X @anwaribrahim, Anwar menyampaikan bahwa pertemuan tersebut membuka ruang konstruktif untuk mencari titik temu dalam mengantisipasi konflik di Asia Barat atau Timur Tengah yang dinilai mengancam stabilitas ekonomi global.

Baca juga : Terang-terangan Ingin Minyak Iran, Trump Ketahuan Belangnya

“Dalam ketidakpastian global yang kian meruncing, Malaysia dan Indonesia menegaskan pentingnya memperkuat solidaritas kawasan yang berprinsip guna menjaga keamanan, menjamin stabilitas, serta memperkuat ketahanan ekonomi demi kesejahteraan rakyat,” ujarnya. 

Anwar menambahkan, kedua negara sepakat meningkatkan upaya diplomasi untuk meredakan konflik, melindungi warga sipil, serta membuka ruang dialog menuju penyelesaian damai dan berkelanjutan. Pada saat yang sama, keberlanjutan rantai pasok global dan jalur perdagangan strategis, termasuk Selat Hormuz, harus tetap terjaga. 

Ia juga menyampaikan komunikasi dengan para pemimpin dunia sebagai bentuk solidaritas, penyelarasan pandangan, serta pengkajian dampak global, khususnya di sektor energi dan keamanan kawasan. Malaysia, lanjutnya, tetap berpegang pada prinsip menolak kekerasan, menjunjung hukum internasional, dan mendorong semua pihak kembali ke jalur damai. 

Terima Menteri Keamanan China 

Sehari sebelumnya, Prabowo juga menerima kunjungan Menteri Keamanan Negara China (Minister of State Security/MSS) Chen Yi Xin di Istana Negara, Jakarta. Pertemuan tersebut membahas stabilitas keamanan di kawasan Asia dan global. 

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun Instagram @sekretariat.kabinet menyampaikan bahwa Chen berharap dapat memperkuat kerja sama dengan negara sahabat dalam menjaga stabilitas keamanan regional dan global. 

Baca juga : Pangkas Jatah Bensin Eselon I-III, DPR Mulai Berhemat

Menanggapi hal tersebut, Prabowo menegaskan pentingnya stabilitas kawasan bagi Indonesia dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Ia juga menyambut baik upaya peningkatan kerja sama yang saling menguntungkan antara kedua negara. 

Bertemu Ray Dalio 

Selain itu, Prabowo juga menerima investor global Ray Dalio di Istana Negara. Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama investasi dan percepatan proyek strategis, khususnya di sektor energi, guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. 

Pertemuan ini sekaligus menjadi momentum untuk mempromosikan potensi investasi Indonesia di tingkat global, di tengah meningkatnya minat investor terhadap proyek strategis dalam negeri. 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa Ray Dalio memberikan sejumlah masukan terkait proyek yang dapat mempercepat laju ekonomi Indonesia. 

“Beliau juga membantu mempromosikan Indonesia ke luar negeri serta memberikan masukan terkait beberapa proyek yang bisa mendorong ekonomi bergerak lebih cepat, terutama di sektor energi,” ujar Purbaya. 

Baca juga : Budi Prasetyo: Kami Yakin Dewas Akan Objektif Dan Profesional

Menurutnya, masukan tersebut difokuskan pada percepatan realisasi proyek strategis nasional, termasuk pengembangan energi baru seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai bagian dari transisi energi bersih. 

Selain sektor energi, pembahasan juga mencakup peluang kerja sama di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) serta berbagai inisiatif lain yang dinilai dapat meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global. [FAQ/UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.