BREAKING NEWS
 

FPN: Posisi RI Di BoP Harus Berpijak Pada Kemandirian Diplomasi

Reporter & Editor :
FAQIH MUBAROK
Jumat, 3 April 2026 15:37 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto menjadi salah satu pemimpin negara yang menandatangani Board of Peace (BoP) Charter di Davos, Swiss, Kamis, 22 Januari 2026. Foto: BPMI Setpres.

RM.id  Rakyat Merdeka - Posisi Indonesia dalam Board of Peace (BoP) agar menekankan pentingnya pendekatan diplomasi yang mandiri, terukur, dan berbasis kepentingan nasional.

Ketua Free Palestine Network (FPN) Furqon mengatakan,dalam situasi global yang kompleks saat ini, Indonesia perlu memastikan setiap langkah kebijakan luar negeri tetap berpijak pada prinsip kedaulatan dan kehati-hatian dalam menjalin kerja sama internasional.

"Indonesia perlu berdiri di atas kepentingannya sendiri, dengan tetap mencermati secara objektif setiap inisiatif internasional yang diikuti," ujarnya dalam keterangannya, Jumat (3/4/2026).

Dia menjelaskan bahwa BoP merupakan forum yang tidak berada dalam kerangka resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa, melainkan sebuah inisiatif yang dikaitkan dengan figur global seperti Presiden AS Donald Trump.

Karena itu, menurutnya, diperlukan kajian komprehensif untuk memahami tujuan, struktur, serta implikasi keanggotaannya bagi Indonesia.

Baca juga : Dijamu Presiden Lee Di Blue House, Prabowo Bahas Ketahanan Energi

Furqon juga menilai penting meluruskan persepsi publik yang berkembang. Ia menyebut bahwa BoP tidak secara spesifik dirancang sebagai forum yang berfokus pada Gaza atau Palestina, sehingga perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas sebagai bagian dari dinamika geopolitik global.

Dalam aspek substansi, ia menyoroti perlunya kejelasan mengenai kontribusi konkret forum tersebut terhadap upaya perdamaian, khususnya terkait isu kemerdekaan Palestina. Hal ini, menurutnya, menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menilai relevansi keterlibatan Indonesia.

Selain itu, Furqon mengingatkan pentingnya memperhatikan aspek tata kelola dan prinsip hubungan antarnegara, terutama dalam konteks kerja sama internasional yang melibatkan berbagai aktor, baik negara maupun non-negara.

Adsense

"Setiap kerja sama internasional perlu dikaji dari sisi prinsip, struktur, dan dampaknya terhadap posisi negara," jelasnya.

FPN mendorong agar pemerintah membuka ruang evaluasi terhadap keanggotaan Indonesia di BoP, dengan mempertimbangkan berbagai masukan dari publik, akademisi, serta pengamat hubungan internasional.

Baca juga : Mendagri Minta Pemda Kurangi Perjalanan Dinas

Namun demikian, Furqon menegaskan bahwa langkah tersebut perlu ditempatkan dalam kerangka yang lebih luas, yakni bagaimana Indonesia tetap dapat memainkan peran strategis dalam diplomasi global tanpa bergantung pada satu forum tertentu.

Ia menilai Indonesia memiliki modal historis yang kuat dalam diplomasi internasional, termasuk melalui peran penting dalam Konferensi Asia Afrika 1955 yang mendorong solidaritas negara-negara berkembang.

Menurutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi landasan bagi Indonesia untuk kembali mengambil inisiatif dalam mendorong perdamaian dunia melalui pendekatan yang lebih inklusif dan berimbang.

Dalam konteks perlindungan pasukan perdamaian, Furqon juga menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan terhadap mekanisme internasional yang ada, termasuk misi di bawah PBB, guna memastikan keselamatan prajurit Indonesia tetap menjadi prioritas utama.

Di sisi lain, ia mengingatkan, sistem internasional seperti PBB tetap memiliki peran penting sebagai wadah komunikasi global, meskipun membutuhkan reformasi agar lebih efektif dalam menegakkan hukum internasional.

Baca juga : Beckham: Persib Harus Fokus Menang Tanpa Memikirkan Tim Lain

Sebagai penutup, Furqon menilai kekuatan kebijakan luar negeri juga dipengaruhi oleh aspirasi masyarakat. Oleh karena itu, ia mendorong adanya sinergi antara pemerintah dan publik dalam menyuarakan komitmen terhadap perdamaian dan keadilan global.

"Indonesia memiliki kapasitas untuk berperan lebih besar di panggung dunia. Yang dibutuhkan adalah langkah yang mandiri, terukur, dan berpijak pada kepentingan nasional serta nilai kemanusiaan," tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense