RM.id Rakyat Merdeka - Kondisi ketahanan energi nasional saat ini masih dalam keadaan aman. Hal itu seiring langkah strategis Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat diversifikasi pasokan energi global.
Politikus Partai Gerindra, Ramson Siagian mengatakan, langkah strategis Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat diversifikasi pasokan energi global berdampak positif bagi ketahanan energi nasional. Dia mengatakan, sampai saat ini energi nasional masih dalam keadaan aman.
“Situasi energi kita aman. Kunjungan Bapak Presiden ke sana, termasuk strategi diversifikasi suplai dan sumber energi,” ujar Ramson di Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Anggota Komisi XII DPR itu menjelaskan, kebutuhan energi nasional saat ini mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari. Sementara itu, kapasitas produksi kilang domestik sebenarnya mampu mendekati 2 juta barel per hari.
"Keterbatasan pasokan minyak mentah dalam negeri membuat Indonesia masih harus mengimpor sekitar 1 juta barel per hari," katanya.
Baca juga : Top, Laba Bersih BTN Tumbuh Double Digit
Dari sisi cadangan energi, Ramson mengungkapkan, stok BBM nasional berada di kisaran 21 hari. Menurut dia, angka tersebut masih sejalan dengan kondisi operasional Indonesia yang umumnya berkisar antara 20 hingga 25 hari.
“Dengan adanya diversifikasi ini, kondisi jadi aman. Ancaman tidak lagi bersifat eksistensial. Strategi beliau cukup mantap,” tegasnya.
Ramson juga mengatakan, harga minyak dunia tetap dipengaruhi oleh mekanisme pasar global. Karena itu, kata dia, fluktuasi harga di dalam negeri tidak bisa dilepaskan dari dinamika internasional.
“Jadi, meskipun kita punya pasar besar, kalau harga global naik, semua negara juga ikut menyesuaikan,” ujarnya.
Mantan politikus PDIP ini menegaskan, anggota DPR dari Fraksi Gerindra tetap menjalankan fungsi pengawasan secara objektif, sembari mendorong kebijakan yang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. Bahkan, kata dia, dukungan terhadap langkah Presiden juga datang dari hampir seluruh anggota Komisi XII DPR.
Baca juga : Menperin: Industri TPT Tetap Menjadi ‘Sunrise’
"Pertumbuhan ekonomi sangat dipengaruhi sejumlah variabel utama seperti konsumsi, ekspor-impor, dan investasi. Dalam konteks ini, sektor energi menjadi faktor strategis yang menentukan stabilitas dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi," tuturnya.
Menurut Ramson, dalam jangka pendek, langkah diversifikasi sumber energi menjadi krusial untuk menjaga pasokan dalam dua hingga tiga bulan ke depan, sebelum kondisi pasar global kembali stabil. Dia pun optimistis kondisi global akan segera membaik, seiring meningkatnya suplai dari negara-negara produsen utama yang berpotensi menekan harga minyak dunia.
“Perhitungan kita, dua sampai tiga bulan lagi harga minyak akan menurun. Intinya kita harus tetap tenang,” pungkasnya.
Sebelumnya, Rusia menyatakan bersedia memasok kebutuhan BBM dan LPG Indonesia. Kesediaan Rusia ini merupakan buah dari pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Senin (13/4/2026).
Hasil pertemuan itu kemudian ditindaklanjuti secara teknis oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev, Selasa (14/4/2026). Sejumlah perusahaan energi besar Rusia seperti Rosneft, Ruschem, Zarubezhneft, dan Lukoil, turut hadir dalam pertemuan itu.
Baca juga : Dewan Ingatkan Potensi Kampanye Terselubung
"Saya baru selesai melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Energi Rusia dalam rangka menindaklanjuti kesepakatan pembicaraan antara Presiden Prabowo dengan Presiden Putin,” kata Bahlil dalam keterangannya, Selasa (14/4/2026).
Bahlil mengatakan, hasil pembicaraan menunjukkan perkembangan positif. Rusia menyatakan bersedia memasok minyak mentah (crude oil) dan LPG untuk kebutuhan Indonesia.
"Alhamdulillah, kita mendapatkan hasil yang cukup baik, yakni kita bisa mendapatkan tambahan cadangan crude. Di samping itu, juga kita akan mendapatkan LPG,” terang Bahlil. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.