RM.id Rakyat Merdeka - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memastikan sebanyak 10 persen dari total perolehan program kurban 2026 akan disalurkan ke wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Deputi II BAZNAS Imdadun Rahmat menyampaikan alokasi tersebut merupakan bagian dari skema distribusi nasional yang telah melalui kajian internal dengan sejumlah indikator.
“Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat di dalam alokasi pendistribusian itu ada 10 persen. Untuk secara nasional, tiga provinsi itu dialokasikan 10 persen,” kata Imdadun dalam konferensi pers peluncuran program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 di Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Imdadun menjelaskan, penentuan alokasi distribusi hewan kurban didasarkan pada sejumlah kriteria. Antara lain jumlah populasi, tingkat kemiskinan, ketersediaan hewan kurban, hingga pertimbangan afirmasi bagi wilayah tertentu.
Baca juga : BAZNAS Gelar Charity Padel Tournament, Galang Dana Korban Bencana Sumatera
Menurutnya, faktor afirmasi juga mempertimbangkan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta wilayah dengan komunitas minoritas. Oleh karena itu, besaran alokasi di setiap daerah dapat berbeda.
“Apakah ini terkait dengan daerah 3T atau daerah minoritas? Nah, oleh karena itu berbeda-beda alokasinya,” jelasnya.
Imdadun menegaskan, distribusi daging kurban tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah penghimpunan hewan kurban di suatu daerah. Ia mencontohkan, meskipun penghimpunan terbesar berada di Jakarta, alokasi terbesar justru diberikan kepada Jawa Timur karena mempertimbangkan jumlah penduduk dan tingkat kemiskinan yang lebih tinggi.
Lebih lanjut, BAZNAS memastikan distribusi kurban tahun ini tetap mengedepankan prinsip pemerataan, termasuk menjangkau wilayah terdampak bencana dan daerah 3T.
Baca juga : Cuaca Besok Apakah Hujan Atau Panas? Ini Info BMKG Untuk Wilayah Jakarta
“Kurban kita salurkan ke seluruh Indonesia dengan spirit afirmasi terhadap beberapa kriteria daerah, seperti jumlah warga miskin, wilayah minoritas, dan daerah 3T. Ini bagian dari upaya mewujudkan keadilan distribusi dan mengurangi ketimpangan,” ujarnya.
Selain itu, Imdadun memastikan kesiapan program Balai Ternak BAZNAS dalam mendukung penyediaan hewan kurban. Saat ini, terdapat 42 balai ternak yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia dan bermitra dengan peternak lokal.
Menurutnya, skema ini tidak hanya menjamin ketersediaan hewan kurban, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung kepada peternak mustahik binaan.
“Setiap balai ternak memiliki mitra peternak rumahan di sekitarnya. Ini menjadi bagian dari upaya kita menghadirkan keadilan, sekaligus memberikan manfaat langsung kepada para peternak,” ucap Imdadun.
Baca juga : Kepala BNPB Cek Fasilitas Publik Dan Rumah Warga Terdampak Gempa M 7,6 Di Sulut
Untuk memastikan kelancaran distribusi, BAZNAS juga akan menggelar rapat teknis nasional yang melibatkan seluruh jajaran guna memperkuat koordinasi.
"Kami akan melakukan koordinasi secara nasional agar penyaluran berjalan adil, transparan, akuntabel, sesuai syariah, serta dapat dipertanggungjawabkan kepada publik,” pungkasnya.
Diketahui, BAZNAS menargetkan penyembelihan satu juta hewan setara domba atau kambing, dengan nilai ekonomi mencapai Rp 2,5 triliun pada momentum Idul Adha 1447 Hijriah/2026.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.