BREAKING NEWS
 

Rayakan 70 Tahun, Prof Jimly: Semoga Estafet Perjuangan Saya Dilanjutkan

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Selasa, 21 April 2026 13:38 WIB
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Memasuki usia 70 tahun, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof. Jimly Asshiddiqie berharap gagasan dan perjuangannya di bidang ketatanegaraan dapat terus dilanjutkan oleh generasi berikutnya.

Harapan itu disampaikan Jimly dalam perayaan ulang tahunnya di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Ia menilai, momentum ulang tahun bukan sekadar mengenang perjalanan hidup, tetapi juga mengingat kembali ide-ide yang telah diperjuangkan.

“Ulang tahun biasanya mengenang tanggal, tempat, dan peristiwa. Kali ini kita mengenang ide-ide. Mudah-mudahan kita bisa terus berkomunikasi, berkesinambungan, estafet perjuangan tentang ide-ide tanpa henti,” ujar Jimly.

Baca juga : Rayakan 75 Tahun Persahabatan RI-Swiss, JCO Dan BMS Tampil Di Basel

Dalam kesempatan itu, Jimly mengaku bersyukur dapat merayakan momen tersebut bersama sejumlah tokoh nasional, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, mantan Menkopolhukam Mahfud MD, serta mantan Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali. Ia juga mengungkapkan baru saja keluar dari rumah sakit sehari sebelumnya.

Alhamdulillah, saya baru keluar dari rumah sakit tadi malam, masih gemetaran. Hari ini sudah bisa bersama Bapak-Ibu sekalian untuk menyampaikan rasa syukur,” katanya.

Sepanjang hidupnya, Jimly telah menghasilkan lebih dari 80 buku. Jumlah tersebut bahkan melampaui rata-rata satu buku setiap tahun usianya. Ia berharap, karya-karya tersebut dapat menjadi kontribusi nyata bagi bangsa.

Adsense

“Alhamdulillah, mudah-mudahan ini menjadi berkah dan mengingatkan saya untuk terus berbuat lebih banyak lagi,” ucapnya.

Baca juga : Lestari Moerdijat: Pengakuan Peran Perempuan Adat Perkuat Daya Tahan Masyarakat

Sementara itu, Yusril Ihza Mahendra mengenang kedekatannya dengan Jimly sejak aktif di Masjid Al-Azhar dan Universitas Indonesia.

Ia juga mengingat momen ketika Jimly merasa kehilangan saat dirinya keluar dari program pascasarjana UI.

“Pak Jimly sempat sedih saat saya keluar dari pascasarjana UI. Tapi kemudian kami bertemu lagi saat saya di Setneg. Dari situ kami berdiskusi hingga akhirnya sama-sama melangkah menjadi guru besar,” ujar Yusril.

Yusril juga memuji sikap Jimly yang memilih tidak bergabung dengan partai politik. Menurutnya, hal itu menjadi salah satu alasan kuat Jimly layak memimpin Mahkamah Konstitusi.

Baca juga : Pramono Kumpulkan Wali Kota, Pemprov DKI Fokus Perangi Ikan Sapu-Sapu di Kali

“Pak Jimly diajak bikin partai politik tidak mau. Karena itu, menurut saya tidak ada yang lebih pantas memimpin MK selain beliau,” katanya.

Hal senada disampaikan Mahfud MD. Ia mengaku mendapatkan fondasi kuat saat menjabat Ketua MK berkat kepemimpinan Jimly sebagai pendiri lembaga tersebut.

“Ketika saya menjadi Ketua MK, institusinya sudah terbentuk dengan kuat. Pak Jimly yang membangun. Kalau tidak ada beliau, mungkin MK tidak seperti sekarang. Saya tinggal melanjutkan saja,” ujar Mahfud.

Perayaan ini tidak hanya menjadi ajang refleksi perjalanan pribadi Jimly, tetapi juga penegasan pentingnya keberlanjutan gagasan dalam membangun sistem ketatanegaraan Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense