RM.id Rakyat Merdeka - Di bawah langit Kebun Teh Malabar yang masih berselimut kabut pada Senin pagi, jemari Kartini (54) lincah menari di antara pucuk-pucuk hijau. Baginya, setiap helai daun teh yang dipetik bukan sekadar komoditas perkebunan, melainkan lembaran harapan yang sedang ia susun untuk masa depan anak-anaknya.
Sebagai salah seorang pemetik teh di PTPN I Regional 2, Kartini mampu memberikan kontribusi besar bagi perusahaan. Keteguhannya bukan sekadar kiasan. Ia tercatat sebagai pemegang rekor produktivitas tertinggi di Afdeling Tanara.
Pada Januari 2026, hasil produksinya menembus 9,257 ton pucuk teh, atau rata-rata mencapai 421 kilogram pucuk teh per hari. Prestasi tersebut menjadikan Kartini sebagai role model bagi para karyawan di Kebun Malabar.
Baca juga : Semarak Hari Kartini, Petugas Whoosh Berkebaya Bagikan Bunga & Gift ke Penumpang
"Saya selalu bersemangat bekerja demi membantu ekonomi keluarga dan masa depan anak-anak. Saya ingin mereka memiliki cita-cita dan pekerjaan yang lebih baik. Pucuk-pucuk teh inilah yang menjadi jembatan untuk mewujudkan mimpi mereka," ungkap Kartini dengan mata berkaca-kaca, Selasa (21/4/2026).
Selama 24 tahun mengabdi di perusahaan, kerja keras Kartini berbuah manis melalui keberhasilan anak-anaknya. Anak sulungnya, Nurdin Cahyadi, kini tengah menempuh studi pascasarjana hukum sambil mengabdi di Kementerian Sosial.
Sementara itu, anak bungsunya, Apip Ahmad, lulusan Politeknik Negeri Subang, saat ini menjalani program magang di Taiwan. Bagi Kartini dan suaminya, keberhasilan tersebut menjadi kebahagiaan yang tak ternilai oleh materi apa pun.
Baca juga : Hari Kartini Dan Kesehatan Perempuan Dunia
Manajemen PTPN I melihat sosok Kartini sebagai manifestasi nilai-nilai utama karyawan BUMN. Ia dinilai mampu menjadi standar moral bagi rekan-rekan kerjanya, sekaligus menunjukkan produktivitas tinggi dan konsisten.
Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, memberikan apresiasi atas etos kerja para karyawan seperti Kartini.
"Teladan Ibu Kartini adalah potret kekuatan bagi perusahaan kita. Beliau menjalankan budaya PTPN I dengan baik, yakni amanah dan loyal terhadap pekerjaan serta perusahaannya. PTPN I berkomitmen mendukung kesejahteraan karyawan atas kinerja terbaik yang telah diberikan sebagai garda terdepan perusahaan," tegasnya.
Baca juga : Hadiri Kursus Pemantapan Ketua DPRD, Prabowo Beri Teladan Cara Rawat Persatuan
Sosok Kartini yang gigih, jujur, dan ikhlas dalam bekerja serta mengurus keluarga menjadi cerminan inspiratif bagi perempuan masa kini. Doa dan usahanya menjadi pengingat bahwa di balik setiap cangkir teh yang kita nikmati, ada senyuman dan keringat seorang ibu pemetik teh di PTPN I.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.