Dark/Light Mode

PTPN I Pegang Mandat Hilirisasi Kelapa Dan Pala

Rabu, 25 Maret 2026 20:42 WIB
Lokasi lahan proyek pabrik segera groundbreaking.
Dok. PTPN
Lokasi lahan proyek pabrik segera groundbreaking. Dok. PTPN

RM.id  Rakyat Merdeka - Program hilirisasi komoditas yang merupakan mandat Presiden Prabowo Subianto kepada Danantara semakin progresif. Untuk komoditas kelapa dan pala, Danantara menugaskan PTPN I sebagai pelaksana operasional di lapangan.

Subholding Supporting Co pada Holding Perkebunan Nusantara itu dijadwalkan melakukan groundbreaking pembangunan pabrik kelapa terintegrasi senilai Rp500 miliar dan pabrik pengolahan pala senilai Rp140 miliar pada Sabtu (28/3/2026) ini.

Peletakan batu pertama dijadwalkan akan dihadiri Presiden Prabowo Subiabto bersamaan dengan proyek hilirisasi lain di KEK Sei Mangkei, Sumatera Utara. Groundbreaking ini menjadi bukti kesiapan PTPN I menerima mandat program hilirisasi tersebut.

Selain komoditas kelapa dan pala, pada kesempatan yang sama juga akan dilakukan peresmian program peremajaan (replanting) tanaman kopi, lada, kakao, dan jambu mete seluas 800 ribu hektare di seluruh Indonesia. Program ini akan mendapat dukungan anggaran Pemerintah sebesar Rp9,9 triliun.

Baca juga : Ada Perjanjian Tarif AS, Hilirisasi Tetap Jadi Prioritas Prabowo

Dua proyek yang menjadi domain PTPN I, yakni pabrik kelapa terintegrasi dan pabrik pengolahan pala, akan dibangun di lahan seluas 11 hektare di Kebun Awaya, Kabupaten Maluku Tengah.

Pabrik Kelapa Terintegrasi dirancang untuk memproduksi Medium-Chain Triglycerides (MCT), tepung kelapa, dan arang aktif dengan kapasitas olah hingga 300.000 butir kelapa per hari.

Sementara itu, pabrik pengolahan pala difokuskan pada produksi oleoresin guna memenuhi standar tinggi pasar ekspor. Kehadiran berbagai fasilitas manufaktur modern ini diproyeksikan tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas, tetapi juga menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar.

Hal ini sejalan dengan target penciptaan hingga 1,6 juta lapangan kerja baru secara nasional di sektor hilirisasi perkebunan dalam kurun waktu dua tahun ke depan.

Baca juga : Prabowo: Hilirisasi Kunci Penciptaan Lapangan Kerja Berkualitas

Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas menyatakan kesiapan perusahaan menjalankan mandat tersebut. Teddy menyebut transformasi ini merupakan langkah besar perusahaan untuk mengangkat derajat ekonomi perkebunan rakyat yang selama ini didominasi sektor agraris.

"Hilirisasi ini bukan sekadar mengejar nilai tambah produk, melainkan sebuah lompatan besar untuk menjadikan Indonesia sebagai adidaya agraris dunia. Ini juga menjadi mesin penggerak ekonomi bagi masyarakat di wilayah operasional PTPN I," kata Teddy, Rabu (25/3/2026).

Teddy menambahkan, melalui sinergi bersama Danantara dan optimalisasi skema Kerja Sama Operasional (KSO), PTPN I hadir sebagai jembatan yang menghubungkan potensi besar petani lokal dengan teknologi industri modern serta akses luas ke pasar global.

Untuk menjamin keberlanjutan operasional dan efisiensi, PTPN I mengedepankan opsi skema KSO bersama mitra strategis.

Baca juga : HNW Hadiri Peringatan Hari Internasional Melawan Islamophobia

Skema ini memungkinkan adanya transfer pengetahuan, penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat, manajemen profesional, serta penguatan portofolio bisnis tanpa harus membebani investasi aset secara berlebihan.

"Dengan dukungan penuh dari Danantara, PTPN I berkomitmen memastikan seluruh tahapan pembangunan pabrik di Maluku berjalan sesuai jadwal demi mewujudkan kemandirian pangan dan ketahanan ekonomi nasional yang berkelanjutan," ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.