BREAKING NEWS
 

’Seni Menunda Layar’ & PP Tunas, Upaya Komdigi Lindungi Anak di Era Digital

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Senin, 27 April 2026 10:15 WIB
Pejabat Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama pengasuh Pondok Pesantren Rubath Nurul Musthofa, Cilodong. (Foto : Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Lonjakan penggunaan internet di kalangan anak dan remaja membuat pemerintah kian serius memperkuat perlindungan di ruang digital.

Melalui kegiatan di Pondok Pesantren Rubath Nurul Musthofa, Cilodong, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menekankan pentingnya penerapan seni menunda layar serta implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 (PP Tunas).

Data terbaru menunjukkan jumlah pengguna internet di Indonesia telah menembus lebih dari 230 juta orang pada 2026. Angka ini menandakan hampir seluruh populasi telah terhubung ke ruang digital. Namun, tingginya penetrasi belum diiringi kualitas penggunaan yang merata, termasuk masih adanya kesenjangan kecepatan internet.

Di sisi lain, Generasi Z menjadi kelompok paling dominan dalam ekosistem digital. Komdigi mencatat tingkat adiksi gim pada pelajar SMA berada di kisaran 30–33 persen. Kondisi ini menjadikan anak sebagai kelompok paling aktif sekaligus paling rentan terhadap paparan negatif.

Baca juga : Sosialisasi PP TUNAS, Kemendukbangga Tegaskan Perlindungan Anak di Ruang Digital

Direktur Komunikasi Publik Komdigi, Nunik Purwanti, menegaskan PP Tunas merupakan langkah strategis negara dalam menciptakan ruang digital yang aman bagi anak. Namun, peran keluarga tetap menjadi kunci utama.

“Negara tidak bisa mengawasi penggunaan gawai anak setiap saat. Perlindungan utama tetap ada pada orang tua melalui komunikasi, pendampingan, dan kasih sayang,” tegasnya.

Tenaga Ahli Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media, Latief Siregar, menambahkan bahwa regulasi ini tidak menyasar anak secara langsung, melainkan mendorong tanggung jawab platform digital.

Adsense

“Fokusnya adalah pada platform digital agar menyediakan ruang yang aman bagi anak, termasuk dalam pengelolaan algoritma dan sistem interaksi,” jelasnya.

Baca juga : Betadine Dukung Implementasi PP Tunas untuk Lindungi Anak di Ruang Digital

Dosen Psikologi Universitas Jayabaya, Irma Bayani, menekankan pentingnya kesiapan mental anak dalam penggunaan teknologi melalui pendekatan seni menunda layar.

“Teknologi tidak perlu dijauhi, tetapi perlu ada seni menunda layar. Anak sebaiknya tidak diberikan akses penuh sebelum usia matang secara kognitif. Peran keluarga menjadi kunci untuk menggantikan paparan layar dengan interaksi yang hangat,” ujarnya.

Dalam tausyiah yang disampaikan, ustadz mengingatkan bahwa pembentukan karakter anak tidak hanya bergantung pada penguasaan teknologi, tetapi juga pada kekuatan nilai dan akhlak. Keseimbangan antara perkembangan zaman dan pembinaan moral dinilai penting agar generasi muda memiliki arah hidup yang jelas.

Ketua Yayasan Pesantren, Prof. Alhadi Bustaman, menilai kolaborasi antara pemerintah dan pesantren menjadi langkah strategis menghadapi disrupsi digital.

Baca juga : PP Tunas dan Perang Melawan Eksploitasi Anak di Ruang Digital

“Teknologi harus diimbangi dengan nilai kemanusiaan dan karakter. Ini penting agar anak tetap memiliki kontrol diri di tengah arus digital,” ujarnya.

Selain penguatan literasi digital melalui PP Tunas, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya dukungan aspek lain seperti ketahanan fisik dan kognitif anak. Melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemerintah mendorong pemenuhan gizi sebagai fondasi penting dalam membentuk daya pikir anak agar lebih tangguh menghadapi pengaruh negatif di ruang digital.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Komdigi dalam memperkuat implementasi PP Tunas melalui pendekatan berbasis komunitas. Kolaborasi antara pemerintah, keluarga, dan institusi pendidikan diharapkan mampu menciptakan ekosistem digital yang lebih aman sekaligus membentuk karakter anak yang tangguh di era disrupsi.

Langkah ini sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia menuju Generasi Emas Indonesia 2045, di mana kecakapan digital harus berjalan beriringan dengan kekuatan karakter dan akhlak.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense