Sebelumnya
Terkait kondisi korban, Presiden menyampaikan sebagian besar telah mendapatkan penanganan medis yang baik, bahkan beberapa di antaranya sudah diperbolehkan pulang. Sebagai bentuk kehadiran negara, Presiden memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik serta hak-hak sesuai ketentuan yang berlaku. “Semua akan mendapatkan kompensasi,” tutupnya.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak untuk terus meningkatkan pelayanan transportasi yang tidak hanya andal, tetapi juga mengutamakan keselamatan sebagai prioritas utama. Ia menyebut, bakal melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk pengembangan jalur ganda atau double-double track untuk memisahkan lintasan KRL dan kereta api jarak jauh.
“Evaluasi kami mencakup pengembangan double-double track, termasuk juga aspek elektrifikasi. Itu menjadi bagian dari peningkatan layanan kereta api, khususnya KRL,” kata Dudy.
Selain itu, pemerintah juga akan mempercepat pemasangan palang pintu di perlintasan sebidang yang menjadi perhatian serius karena kecelakaan bermula dari kendaraan yang tertabrak di lintasan.
Baca juga : Purbaya Ikut Awasi Bursa: “Macam-macam, Saya Hajar”
Kementerian Perhubungan turut mendukung investigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.
Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, menyatakan operasi SAR telah rampung 100 persen. Jalur hilir mulai beroperasi normal, tapi layanan KRL masih dibatasi hingga Stasiun Bekasi.
Stasiun Bekasi Timur juga ditutup sementara karena masih dilakukan pembersihan jalur. Selain itu, 25 perjalanan kereta api jarak jauh dibatalkan dan penumpang mendapatkan kompensasi berupa pengembalian dana penuh.
“Kami harus mengecek rel, persinyalan, dan listrik aliran atas sebelum membuka jalur hulu,” ujarnya.
Baca juga : Lapor Presiden, Bahlil Pastikan Stok BBM Aman
Di Senayan, anggota Komisi V DPR Sofwan Dedy Ardyanto meminta investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab kecelakaan tersebut. Ia menekankan pentingnya mengevaluasi sistem monitoring dan kesiapan petugas di lapangan dalam mengantisipasi potensi kecelakaan.
“Seluruh kemungkinan penyebab harus dibuka secara transparan sebagai bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” tandasnya.
Senada, Dewan Penasehat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno menyarankan, diperlukan langkah komprehensif, mulai dari pemisahan jalur operasional hingga evaluasi sistem keselamatan secara menyeluruh.
Menurutnya, penyelesaian proyek double-double track Jakarta–Cikarang penting, tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas, tetapi juga keselamatan. Ia juga mendorong percepatan penghapusan perlintasan sebidang melalui pembangunan underpass dan overpass, serta penataan ruang di sekitar jalur kereta.
Baca juga : Reshuffle Terbatas, Prabowo Perkuat Tim Komunikasi
“Pendekatan keselamatan modern menekankan bahwa sistem harus mampu mencegah kesalahan berkembang menjadi kecelakaan fatal, bukan sekadar merespons setelah kejadian,” pungkasnya. [BYU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.