BREAKING NEWS
 

Anak Buruh Migran Pimpin Upacara Hardiknas, Kisah Alokh Abhimanyu Menginspirasi

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Minggu, 3 Mei 2026 10:55 WIB
Alokh Abhimanyu. (Foto : Bakom)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sosok Alokh Abhimanyu mencuri perhatian dalam upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di lapangan Kemendikdasmen, Senayan, Jakarta, Sabtu (2/5/2026).

Remaja 18 tahun itu dipercaya menjadi pemimpin upacara, membawa kisah perjuangan anak buruh migran hingga tampil di panggung nasional. Upacara yang mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” berlangsung khidmat dan lancar.

Di antara para petugas, Alokh tampil menonjol, bukan hanya karena perannya, tetapi juga latar belakangnya sebagai anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia. Alokh merupakan lulusan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) dan penerima beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) angkatan 2024.

Baca juga : Mentan: Negara Lain Waswas, Kita Aman

Saat ini, ia melanjutkan pendidikan di SMKS Penerbangan Adi Adi Guna (AAG) Adi Sucipto, Yogyakarta.

“Saya berusaha tampil sebaik mungkin, karena saya sadar membawa nama baik SIKL, SMKS Penerbangan AAG Adi Sucipto, dan juga ADEM Repatriasi,” ujar Alokh seusai upacara.

Adsense

Di sekolahnya, Alokh dikenal aktif dan berprestasi. Ia terlibat dalam berbagai kegiatan seperti OSIS, Paskibra, hingga sejumlah ekstrakurikuler lainnya. Keaktifannya itu menjadi salah satu faktor yang mengantarkannya terpilih sebagai pemimpin upacara.

Baca juga : Habiburokhman Pastikan Kawal Tuntas Kasus Bocah Dianiaya Ibu Tiri di Sukabumi

Koordinator ADEM Wilayah DIY, Ratna Siwi Widayanti, menyebutkan ada empat siswa dari Yogyakarta yang mendapat tugas dalam upacara tersebut. “Alokh terpilih sebagai pemimpin upacara dan tiga lainnya bertugas sebagai pengibar bendera bersama siswa ADEM dari berbagai daerah,” katanya.

Dukungan keluarga menjadi penyemangat utama bagi Alokh. Sang ibu, Mei Yarnie Sabhihoen, yang bekerja sebagai buruh di Malaysia, mengaku haru melihat pencapaian putranya. “Saya terharu melihat Alokh bisa sampai sejauh ini. Dia bisa tampil di momen yang tak pernah kami bayangkan sebelumnya,” kata Mei.

Apresiasi juga datang dari Duta Besar RI di Kuala Lumpur, Dato Iman. Ia menilai keberhasilan Alokh merupakan buah dari kerja keras dan kedisiplinan, serta dukungan para pengajar.

Baca juga : Jenguk Pahlawan Pantai Bondi, PM Australia: Keberaniannya Sungguh Menginspirasi

“Kerja keras, ketekunan, dan disiplin yang ditunjukkan Alokh mulai menunjukkan hasilnya. Ini juga berkat bimbingan para pengajar di SIKL,” ungkapnya.

Selain Alokh, Kemendikdasmen juga melibatkan siswa penerima beasiswa ADEM lainnya, termasuk dari program ADEM Repatriasi, ADEM Papua, serta wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal). Momen ini menjadi bukti bahwa akses pendidikan mampu membuka peluang luas bagi generasi muda Indonesia, tanpa memandang latar belakang dan tempat asal.

Kisah Alokh pun menjadi inspirasi bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih prestasi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense