Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jakarta Darurat Tawuran
Pelaku Jarah Warung Dan Bacok Lima Warga
Senin, 21 Juli 2025 06:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Jakarta sedang darurat tawuran. Dalam sepekan terakhir, tawuran remaja pecah di berbagai titik di Ibu Kota. Yang bikin tambah geram, para pelaku menjarah warung dan melukai warga yang terlibat aksi kriminal itu.
Tawuran masih menjadi masalah sosial yang kerap terjadi di Jakarta. Dalam sepekan terakhir saja, bentrokan antar kelompok remaja terjadi di sejumlah wilayah Ibu Kota.
Pada Sabtu (12/7/2025) dini hari, bentrokan antar kelompok remaja pecah di Jalan Taruna Jaya, Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. Akibat peristiwa ini, seorang remaja laki-laki berinisial M (18) tewas akibat luka bacokan di area tulang ekor.
Baca juga : Garuda Muda Wajib Ganyang Harimau
Kemudian pada Rabu (17/7/2025) dini hari, sebanyak 36 remaja yang diduga hendak tawuran diamankan polisi di wilayah Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur.
Pada hari yang sama, tawuran juga terjadi di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Insiden ini menyebabkan lima warga mengalami luka bacok. Selain itu, pelaku tawuran turut merusak dan menjarah warung milik warga.
Pada Sabtu (19/7/2025) dini hari, bentrokan kembali terjadi di kawasan Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur. Polisi terpaksa menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa yang terlibat bentrokan. Mereka menggunakan senjata tajam, batu, petasan, hingga bom molotov.
Baca juga : Baby Alien Menang Tapi Belum Tenang
Maraknya tawuran ini menjadi sorotan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Muhammad Subki. Ia mendorong Dinas Pendidikan (Disdik) DKI untuk memprioritaskan pendidikan karakter sebagai upaya menekan kasus perundungan dan tawuran.
Menurut Subki, pendidikan karakter yang dimaksud adalah penanaman nilai-nilai keagamaan dan budi pekerti kepada siswa. Harapannya, dapat membentuk pribadi yang bertanggung jawab, disiplin, dan peduli terhadap sesama. “Pendidikan karakter itu penting untuk ditanamkan di sekolah-sekolah,” ujar Subki.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Disdik dan Dinas Sosial dalam memberikan bantuan sosial (bansos) kepada siswa dari keluarga kurang mampu. Subki meyakini bahwa salah satu pemicu tawuran dan perundungan, adalah latar belakang kondisi keluarga.
Baca juga : Lagi Hamil,Putuskan Tak Menikah
“Tawuran tidak terjadi secara tiba-tiba, tetapi sebagai akibat dari kondisi yang mendorong mereka berperilaku seperti itu. Salah satu solusinya adalah dengan memperhatikan kondisi perekonomian mereka,” tambahnya.
Subki juga menyoroti peran penting keluarga dalam mendidik anak. Ia mengimbau para orang tua untuk membangun komunikasi yang baik dengan anak agar dapat memahami kondisi psikologis dan perilaku mereka. “Jangan sampai anak melakukan tindakan kriminal, sementara orang tua lepas tanggung jawab,” tegasnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya penegakan hukum yang adil oleh aparat negara agar memberikan efek jera terhadap pelaku tawuran dan perundungan. “Jika tindakan sudah masuk kategori kriminal, maka harus dihukum sesuai hukum yang berlaku,” pungkas Subki.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya