RM.id Rakyat Merdeka -
Laporan Muhammad Rusmadi Dari Kota Suci Makkah
Fase baru operasional haji 1447 H/2026 M resmi dimulai. Kota Suci Makkah mulai menerima kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua yang terbang langsung dari Tanah Air menuju Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah.
Baca juga : Gelombang Kedua Haji Dimulai, Bandara Juanda Optimalkan Pelayanan
Kelompok terbang (kloter) 44 asal Embarkasi Solo (SOC-44) menjadi rombongan perdana yang mengawali pergerakan ini pada Kamis (7/5/2026). Pendaratan SOC-44 di Jeddah pada pukul 07.55 Waktu Arab Saudi (WAS) menandai peralihan konsentrasi pelayanan Pemerintah.
Jika sebelumnya jemaah tiba melalui Madinah, kini gerbang utama kedatangan beralih sepenuhnya ke Jeddah. Dari bandara, sebanyak 360 jemaah asal Kabupaten Kudus dan Blora tersebut langsung diberangkatkan menuju hotel di wilayah Raudhah, Makkah.
Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Makkah, Ihsan Faisal menyatakan, seluruh instrumen pelayanan telah berada pada posisi siap. Kedatangan gelombang kedua ini menuntut kesigapan ekstra dibandingkan fase sebelumnya.
Baca juga : Sempat Terkapar, Nadiem Makarim Masuk Rumah Sakit Lagi
"Insya Allah, seluruh petugas haji di Daker Makkah sudah siap menyambut dan melayani jemaah. Berbeda dengan jemaah dari Madinah yang pola kedatangannya relatif teratur, jemaah dari Jeddah bisa tiba kapan saja—baik dini hari maupun setelah Subuh—bergantung pada slot penerbangan. Artinya, tim kami akan bekerja tanpa jeda," ujar dia saat ditemui di Makkah.
Mitigasi Kepadatan dan Layanan Lansia Di Sektor 5 Raudhah, yang menjadi titik pertama penerimaan gelombang kedua, suasana sibuk mulai terasa di Burj Raudhak Hotel. Sejumlah fasilitas pendukung seperti kursi roda telah disiagakan di lobi untuk menyambut jemaah lansia.
Sesuai protokol Pemerintah, jemaah lansia dan risiko tinggi mendapatkan prioritas dalam mobilitas dari bus menuju kamar. Ketua Sektor 5 Raudhah, Ahmad Sumardi menjelaskan, pengaturan waktu umrah wajib juga telah dimodifikasi untuk menjaga kebugaran fisik jemaah setelah perjalanan jauh.
Baca juga : Bupati Tangerang Apresiasi Semangat Kebangsaan Pemuda Muhammadiyah
"Jemaah yang tiba pagi hingga siang dijadwalkan melaksanakan umrah wajib pada pukul 22.00 WAS. Sementara jemaah yang tiba sore hingga malam baru akan ke Masjidil Haram pada pukul 10.00 WAS keesokan harinya. Ini penting agar mereka memiliki waktu istirahat yang cukup," kata dia.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.