RM.id Rakyat Merdeka - Persiapan Day of The Seafarer (DoTS) 2026 mulai bergerak lebih serius setelah panitia penyelenggara menerima dukungan langsung dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Momentum tersebut dinilai menjadi sinyal kuat bahwa Jawa Barat (Jabar) mulai mengambil posisi strategis dalam peta industri maritim nasional.
Selama ini dikenal sebagai kawasan industri dan manufaktur, Jabar disebut memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi episentrum baru pengembangan ekosistem maritim Indonesia melalui Pelabuhan Patimban, kawasan Rebana, industri logistik, galangan kapal, hingga pengembangan sumber daya manusia pelaut.
Mengusung tema bertajuk 'From Policy to Practice: Powering Maritime Excellence', DoTS 2026 diproyeksikan menjadi platform maritim nasional yang mempertemukan regulator, pelaut, pemilik kapal, operator pelabuhan, industri logistik, galangan kapal, perbankan, investor, akademisi, hingga masyarakat maritim dalam satu gerakan bersama.
Baca juga : May Day 2026, Simbol Kedekatan Pemerintah-Buruh Di Era Prabowo
Ketua Pelaksana DoTS 2026 Dede Saputra menegaskan, agenda tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan upaya mendorong keterlibatan Jabar dalam industri maritim nasional.
"Kalau Jabar ingin menjadi pusat pertumbuhan baru nasional, maka industri maritimnya tidak boleh lagi hanya menjadi penonton. Kita harus ikut mengambil peran dalam rantai logistik, pelayaran, investasi maritim, dan pengembangan SDM pelaut Indonesia," kata Dede, Sabtu (9/5/2026).
Menurutnya, pelaut merupakan tulang punggung konektivitas nasional yang selama ini kerap terlupakan dalam narasi besar pembangunan.
"Indonesia negara kepulauan. Tetapi ironis jika pelautnya justru tidak menjadi prioritas. Tanpa pelaut, kapal tidak bergerak. Tanpa kapal bergerak, logistik nasional akan terganggu," ujarnya.
Baca juga : May Day Uji Kehadiran Negara Dalam Kebijakan Kesejahteraan Buruh
Rangkaian kegiatan DoTS 2026 dijadwalkan berlangsung pada 24-27 Juni 2026 di Jabar dengan tiga agenda utama, yakni Maritime Career & Industry Expo, Strategic Maritime Forum yang mencakup FGD dan gala dinner, serta Fun Walk & Konser Rakyat Maritim.
Forum diskusi strategis nantinya akan membahas berbagai isu penting, mulai dari kesejahteraan dan perlindungan pelaut, penguatan industri pelayaran nasional, investasi maritim Jabar, konektivitas logistik laut, pengembangan SDM maritim, hingga posisi Indonesia dalam industri pelayaran global.
Dede menegaskan, DoTS 2026 juga akan menjadi ruang konsolidasi antara pemerintah dan pelaku industri guna menghadirkan dampak nyata bagi sektor maritim nasional.
"Kita ingin DoTS menjadi titik awal lahirnya gerakan bersama. Bukan hanya merayakan pelaut, tetapi membangun industri maritim Indonesia secara nyata," ujarnya.
Baca juga : DATES Today Diluncurkan, Dorong Kebangkitan Kurma Nusantara Jadi Komoditas Baru
Selain forum strategis, kegiatan tersebut juga akan menghadirkan business matching, career expo, pelayanan maritim, donor darah, aktivasi UMKM, hingga konser rakyat guna mendekatkan isu kemaritiman kepada masyarakat luas.
Dengan dukungan berbagai pemangku kepentingan, DoTS 2026 diharapkan menjadi momentum kebangkitan ekosistem maritim Jabar sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim dunia.
Dalam kesempatan itu, Panitia DoTS 2026 juga bertemu dengan Kepala Pelaksana Badan Pengelola Kawasan Rebana Helmy Yahya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.