BREAKING NEWS
 

Forum Nasional Perempuan: Ketahanan Bangsa Ditentukan Lingkungan-Literasi AI

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Minggu, 10 Mei 2026 13:22 WIB
Forum “Perempuan dan Ketahanan Bangsa” menghadirkan sejumlah narasumber dari sektor lingkungan hidup hingga teknologi digital. (Foto : Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Forum Nasional Perempuan Indonesia menegaskan ketahanan bangsa di era modern tidak hanya ditentukan oleh kekuatan ekonomi dan sosial, tetapi juga kemampuan menjaga ketahanan ekologis serta kesiapan menghadapi transformasi digital dan artificial intelligence (AI).

Hal itu mengemuka dalam forum bertajuk “Perempuan dan Ketahanan Bangsa” yang menghadirkan sejumlah narasumber dari sektor lingkungan hidup hingga teknologi digital.

Direktur Teknik Konservasi Tanah dan Reklamasi Hutan Kementerian Kehutanan RI, Sri Handayaningsih, mengatakan isu kehutanan dan lingkungan hidup berkaitan erat dengan agenda pembangunan nasional dalam Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, terutama dalam mewujudkan swasembada pangan, energi, air, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.

“Ketahanan ekologis menjadi fondasi penting masa depan bangsa. Perempuan memiliki posisi strategis karena terlibat langsung dalam pengelolaan pangan keluarga, air, energi rumah tangga, hingga ekonomi berbasis masyarakat,” ujar Sri.

Baca juga : Perlu Pencegahan Kekerasan Seksual Dan Perlindungan Korban Di Lingkungan Kampus

Menurutnya, perempuan memiliki kontribusi besar dalam pengelolaan daerah aliran sungai (DAS), rehabilitasi hutan dan lahan, hingga pengembangan hasil hutan bukan kayu (HHBK) seperti kopi, madu, minyak atsiri, rotan, dan serat alam yang mampu meningkatkan ekonomi masyarakat tanpa merusak kelestarian hutan.

Sri juga mengajak masyarakat menjaga DAS sebagai penopang utama keberlangsungan lingkungan dan kehidupan.

“Semua daratan terbagi dalam DAS. Karena itu menjaga DAS berarti menjaga keberlangsungan seluruh sektor kehidupan,” tegasnya.

Selain isu lingkungan, forum tersebut juga menyoroti pentingnya ketahanan bangsa dalam bidang pendidikan, digitalisasi, dan AI. Komitmen itu ditunjukkan lewat kehadiran teknologi robotik dari Robotic Explorer dalam pembukaan acara.

Direktur Utama Robotic Explorer, Jully Tjindrawan, menjelaskan bahwa teknologi robotik dan AI kini menjadi bagian penting dalam pendidikan modern.

Baca juga : Fornas PIM Dorong Perempuan Masuk Ekonomi Digital

Robotic Explorer merupakan perusahaan yang bergerak di bidang edukasi teknologi, robotik, coding, dan pengembangan AI untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini. Perusahaan itu aktif memperkenalkan pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) guna mempersiapkan generasi muda menghadapi era industri digital.

Dalam paparannya bertajuk “Perempuan sebagai Agen Literasi Digital di Era Teknologi Cerdas”, Jully menegaskan perempuan harus menjadi subjek utama dalam penguatan literasi digital nasional.

Berdasarkan data nasional, indeks literasi digital Indonesia pada 2024 mencapai skor 3,78 dari skala 5. Namun tingkat literasi digital perempuan masih berada di bawah laki-laki, dengan sekitar 45 persen perempuan memiliki skor di atas rata-rata nasional.

“Perempuan adalah pendidik utama dalam keluarga. Karena itu perempuan Indonesia harus melek digital, memahami AI, dan mampu menjadi agen perubahan dalam menghadapi perkembangan teknologi,” kata Jully.

Menurutnya, era digital menghadirkan tantangan serius seperti penyebaran hoaks, cyberbullying, eksploitasi data pribadi, hingga paparan konten negatif terhadap anak. Karena itu, penguatan literasi digital keluarga dinilai sangat penting.

Baca juga : Nurdin Halid Apresiasi Kinerja Menteri ESDM, Ketahanan Energi RI Peringkat 2

Di sisi lain, AI dan teknologi digital juga membuka peluang besar bagi perempuan untuk berkembang dalam bidang pendidikan, kewirausahaan digital, startup teknologi, inovasi sosial, hingga kepemimpinan transformatif.

Forum Nasional Perempuan Indonesia menilai penguatan perempuan di bidang lingkungan dan teknologi harus berjalan beriringan agar lahir generasi yang tangguh secara ekologis, cerdas secara digital, dan mampu menjaga ketahanan bangsa di tengah perubahan global.

“Kolaborasi pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas perempuan, dan masyarakat menjadi kunci menciptakan pembangunan yang berkelanjutan serta berorientasi pada masa depan,” tutup Jully.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense