Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Kesepakatan AS-Iran Belum Final, Trump: Kalau Saya Tak Suka, Pemboman Berlanjut
- Mentan Amran Targetkan Swasembada Bawang Putih Dalam 3 Tahun
- Batal Ke Rusia, Prabowo Fokus Tuntaskan Agenda Dalam Negeri
- PLN Indonesia Power Dukung Kids English Fun 2026, Cetak Generasi Unggul
- Austria Tekuk Yordania, Tempel Argentina di Klasemen Grup J
Bersinar Di Tengah Peperangan, Ekonomi RI Tahan Banting Dan Diperhitungkan Dunia
Rabu, 22 April 2026 08:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Di tengah tekanan ekonomi global, kinerja ekonomi Indonesia justru menuai pujian dari berbagai lembaga keuangan internasional. Indonesia dinilai punya daya tahan kuat dan tetap tumbuh saat banyak negara lain tertekan. Lembaga seperti International Monetary Fund (IMF) dan Asian Development Bank (ADB) menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap solid.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia kini semakin diperhitungkan di kawasan. “IMF menyebut Indonesia sebagai bright spot (titik terang) di Asia. Sementara ADB memandang Indonesia sebagai salah satu negara kunci atau macan Asia,” ujar Airlangga dalam wawancara eksklusif dengan Rakyat Merdeka di rumah dinasnya, Widya Chandra, Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Baca juga : Hari Ini Gencatan Senjata Berakhir, Amerika Serikat-Iran Masih Deadlock
Penilaian positif tersebut tidak datang begitu saja. Pemerintah, kata Airlangga, terus menjaga stabilitas ekonomi melalui berbagai kebijakan. Menurutnya, pada kuartal pertama pemerintah fokus menjaga stabilitas ekonomi, terutama pengendalian inflasi. Langkah yang ditempuh antara lain penyaluran bantuan beras dua kali, masing-masing 10 kilogram, serta intervensi di sektor minyak goreng.
Memasuki kuartal kedua, sentimen global mulai membaik. Kebijakan pemerintah mendapat respons positif dari pasar. FTSE Russell mempertahankan status pasar modal Indonesia sebagai Secondary Emerging Market, sejajar dengan India.
Baca juga : Perluas Penerimaan Negara, Kemenkeu Kaji Pajak Tarif Tol
ADB juga mengapresiasi bauran kebijakan moneter, fiskal, dan reformasi struktural yang dijalankan pemerintah. Bahkan, ada komitmen untuk mendukung kelanjutan kebijakan ekonomi Indonesia dalam berbagai forum internasional.
Dengan berbagai capaian tersebut, pemerintah optimistis target pertumbuhan ekonomi 5,6 persen pada 2026 dapat tercapai. “Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini diperkirakan berada di kisaran 5,2 hingga 5,4 persen. Angka ini masih lebih tinggi dibandingkan ratarata ASEAN sekitar 4,7 persen dan global sekitar 4,5 persen,” jelasnya.
Baca juga : IHSG Loyo, Rupiah Perkasa
Kedepan, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi di atas 6 hingga 7 persen agar Indonesia bisa naik kelas menjadi negara berpendapatan tinggi, sekaligus keluar dari jebakan kelas menengah.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah), Direktur Utama Rakyat Merdeka Kiki Iswara (kedua kanan), Direktur Pemberitaan Ratna Susilowati (kedua kiri), Wakil Pemimpin Redaksi Kartika Sari (kanan) dan Pemimpin Redaksi RM.id Firsty Hestyarini foto bersama usai wawancara di Jakarta, Jumat (17/4/2026). (Foto: Khairizal Anwar/rm.id)
Dalam wawancara tersebut, dari Rakyat Merdeka hadir CEO Rakyat Merdeka Group Kiki Iswara, Direktur Pemberitaan Ratna Susilowati, Wakil Pemimpin Redaksi Kartika Sari, Pemimpin RM Digital Firsty Hestyarini, serta fotografer Khairizal Anwar. Berikut petikan selengkapnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya