RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menaikkan insentif sebesar 50 persen bagi ribuan guru ngaji dan guru madrasah. Pemberian insentif itu merupakan langkah konkret upaya peningkatan kesejahteraan para pejuang pendidikan keagamaan di Kabupaten Serang.
Kebijakan itu diumumkan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah saat membuka peringatan Milad ke-20 Persatuan Guru Madrasah Indonesia Raya (PGMI Raya) Kabupaten Serang Tahun 2026, di Gedung Serba Guna Pondok Pesantren Bai Mahdi Soleh Ma’mun, Kecamatan Pabuaran, Serang, Banten, Senin (18/5/2026).
"Guru madrasah memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah, khususnya dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia. Di tengah perkembangan zaman dan dinamika industri yang pesat, guru madrasah dan guru ngaji hadir sebagai benteng moral sekaligus pilar intelektual," ujar Ratu Zakiyah, sapaan Ratu Rachmatuzakiyah.
Baca juga : Prabowo Panggil Menteri Ekonomi Hingga Gubernur BI Ke Istana, Bahas Apa?
Dia menjelaskan, kenaikan insentif diberikan kepada 7.355 guru madrasah dan 8.686 guru ngaji di Kabupaten Serang. Rinciannya, sebanyak 6.190 guru Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) kini menerima Rp 300 ribu per bulan dari sebelumnya Rp 200 ribu.
Kemudian, urai dia, sebanyak 8.686 guru ngaji menerima Rp 150 ribu dari sebelumnya Rp 100 ribu, sementara 1.165 guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) juga menerima Rp 150 ribu dari sebelumnya Rp 100 ribu per bulan.
Selain itu, lanjutnya, Pemkab Serang juga memberikan insentif kepada 4.404 guru non-ASN pada jenjang Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA), yang mencakup tenaga pendidik di tingkat Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), hingga Madrasah Tsanawiyah (MTs).
Baca juga : Park Serpong Luncurkan Infinite Collection, Hunian Modern Mulai Rp330 Jutaan
"Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang, untuk guru keagamaan formal sebanyak 741 guru RA, 1.178 guru MI, dan 2.206 guru MTs masing-masing menerima insentif Rp100 ribu per guru," jelasnya.
Politisi PAN itu menyebut, peningkatan itu belum sebanding dengan besarnya pengabdian para guru. Namun, dia berharap kebijakan itu dapat meringankan beban sekaligus menjadi suntikan semangat bagi para pendidik dalam menjalankan tugas mencerdaskan generasi bangsa.
"Kami berharap, kapasitas fiskal daerah semakin kuat agar Pemerintah bisa lebih menyejahterakan para tenaga pendidik di Kabupaten Serang," imbuhnya.
Baca juga : SOKSI Bangkitkan Program P2KB untuk Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar
Lebih lanjut, Ratu Zakiyah meminta, para guru terus berinovasi dalam mentransfer ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keagamaan kepada generasi muda. Menurutnya, madrasah harus menjadi pusat perubahan yang mampu melahirkan generasi cerdas, berakhlak mulia, dan memiliki daya saing tinggi.
“Jadikan madrasah sebagai pusat perubahan yang melahirkan generasi tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki akhlak mulia,” tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.