RM.id Rakyat Merdeka - Pakar ekonomi dari Program Pascasarjana AMKOP Makassar, Dr. Bahtiar menyampaikan apresiasi apresiasi atas dimulainya operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Adapun operasionalisasi 1.061 KDKMP ini secara serentak diresmikan Presiden Prabowo di Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu, 16 Mei 2026.
Bahtiar menilai, program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang digagas Presiden Prabowo Subianto menjadi langkah strategis untuk membangkitkan ekonomi rakyat dari desa sekaligus memutus rantai kemiskinan struktural di Indonesia.
Menurutnya, koperasi desa merah putih merupakan transformasi besar ekonomi nasional berbasis desa yang sangat dibutuhkan saat ini. Terlebih mayoritas penduduk miskin Indonesia masih berada di wilayah pedesaan sehingga kebijakan penguatan koperasi menjadi sangat mendesak.
“Berdasarkan data BPS 2024, mayoritas penduduk miskin berada di desa yakni 13,01 juta jiwa dari total 24,06 juta penduduk miskin di Indonesia. Dari total 75.753 desa, masih ada ribuan desa tertinggal dan sangat tertinggal. Karena itu, koperasi desa merah putih sangat strategis membangkitkan perekonomian rakyat,” kata Bahtiar dalam keterangan persnya, Rabu (20/5/2026).
Baca juga : Kemenkop Apresiasi dan Tindak Lanjuti Masukan Masyarakat Soal Kondisi KDKMP
Rektor AMKOP Makassar Periode 2014-2024 itu menyebut, Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang pembentukan 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan gagasan besar yang dapat menjadi instrumen pembebasan masyarakat desa dari kemiskinan.
Ia menjelaskan setiap koperasi nantinya dilengkapi fasilitas multifungsi mulai dari kantor koperasi, outlet sembako, layanan simpan pinjam, klinik dan obat-obatan, gudang distribusi hingga armada logistik desa.
“Fasilitas ini akan menopang pengembangan usaha koperasi secara berkelanjutan dan menjadikan koperasi sebagai pusat distribusi maupun produksi desa,” ujarnya.
Bahtiar menilai, keberadaan koperasi desa merah putih juga dapat memangkas biaya ekonomi tinggi yang selama ini membebani masyarakat desa akibat dominasi tengkulak, makelar dan pengijon.
“Hasil penelitian menunjukkan tengkulak menyedot keuntungan 30 sampai 64 persen dari petani sehingga kerugian masyarakat desa mencapai Rp300 triliun per tahun. Kehadiran koperasi akan meminimalkan peran broker, menjaga stabilitas harga, meningkatkan Nilai Tukar Petani dan memperbesar daya beli masyarakat desa,” jelasnya.
Baca juga : Diresmikan Presiden, Menkop: Operasionalisasi 1.061 KDKMP Bangun Ekonomi Rakyat
Ia menambahkan, koperasi desa merah putih bukan sekadar lembaga ekonomi, melainkan gerakan sosial-ekonomi rakyat yang mampu mengubah pola pikir masyarakat desa menuju kemandirian kolektif.
“Rakyat desa harus memiliki kesadaran bersama bahwa Kopdes Merah Putih adalah jalan yang benar untuk membebaskan diri dari kemiskinan,” tegasnya.
Dari sisi ketenagakerjaan, Bahtiar memperkirakan program 82 ribu koperasi desa merah putih dapat menyerap ratusan ribu hingga jutaan tenaga kerja produktif di desa.
“Jika satu koperasi membutuhkan 10 tenaga kerja saja, maka ada sekitar 800 ribu lapangan kerja tercipta. Kalau satu koperasi menyerap 100 orang, berarti bisa ada 8 juta tenaga kerja produktif bekerja di koperasi desa merah putih,” katanya.
Bahtiar juga menekankan pentingnya transformasi digital dalam pengelolaan koperasi modern. Menurutnya, Pemerintah melalui Kementerian Koperasi perlu memastikan pelatihan dan pendampingan teknologi digital bagi pengurus dan anggota koperasi agar mampu bersaing di era bisnis modern.
Baca juga : Habib Aboe Apresiasi Bareskirm Bongkar Judi Online Internasional Di Jakbar
Ia optimistis jaringan 82 ribu koperasi desa merah putih akan menciptakan efek jaringan ekonomi nasional yang kuat melalui penguatan produksi, distribusi, logistik dan daya tawar kolektif antardesa.
“Koperasi sebagai soko guru perekonomian bangsa bukan hanya lembaga ekonomi, tetapi gerakan rakyat yang menyasar petani, nelayan dan pelaku UMKM di seluruh penjuru negeri,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.